BION Studios Rilis Final Trailer Film Suka Duka Tawa, Angkat Relasi Orangtua dan Anak Penuh Emosi

0
52

Redaksi.co, Jakarta 2 Januari 2026 | Menyambut awal tahun 2026 sekaligus menjelang penayangan perdananya, BION Studios bersama Spasi Moving Image merilis final trailer film Suka Duka Tawa, karya sutradara Aco Tenriyagelli. Trailer terbaru ini menampilkan konflik keluarga yang semakin menguat, dengan fokus pada relasi orangtua dan anak yang dipenuhi luka masa lalu, namun juga membuka ruang untuk kesempatan kedua dan proses penyembuhan.

Film Suka Duka Tawa mengisahkan dinamika hubungan Tawa (Rachel Amanda) dengan kedua orangtuanya, Keset (Teuku Rifnu Wikana) dan Cantik (Marissa Anita). Dalam trailer final, hubungan tersebut dibingkai secara lebih intim, menggali perasaan-perasaan yang selama ini terpendam dan tak terucapkan. Penonton diajak melihat sisi rapuh orangtua yang berani mengakui kesalahan, serta perjuangan seorang anak untuk memahami dan berdamai dengan masa lalunya.

Karakter Cantik digambarkan sebagai ibu yang sangat protektif akibat trauma masa lalu, sementara Keset menghadapi pergulatan batin ketika kembali hadir dalam kehidupan Tawa yang telah dewasa. Film ini merangkai konflik tersebut dengan pendekatan emosional yang jujur, sekaligus diselingi unsur komedi yang menjadi ciri khas cerita.

Antusiasme penonton terhadap Suka Duka Tawa terlihat sejak digelarnya special screening pada 28 Desember 2025 di 15 kota di Indonesia. Sejumlah penayangan dilaporkan terjual habis, menandakan sambutan positif dari penonton. Sejalan dengan hal tersebut, penjualan tiket Advance Ticket Sales (ATS) untuk penayangan reguler pada 8 Januari 2026 telah resmi dibuka dan dapat diakses melalui berbagai platform penjualan tiket bioskop.

Nuansa emosional film ini semakin diperkuat dengan kehadiran original soundtrack Musa Sepi yang dibawakan Bernadya serta Timur dari The Adams, yang mengiringi perjalanan emosional relasi orangtua dan anak dalam cerita.

Sutradara Aco Tenriyagelli menyampaikan bahwa melalui film ini ia ingin menghadirkan kisah yang jujur dan dekat dengan kehidupan penonton. Ia berharap Suka Duka Tawa dapat memberikan pengalaman emosional yang utuh, di mana tawa dan air mata hadir secara bersamaan, sekaligus menjadi refleksi dalam menyambut tahun baru.

Rachel Amanda turut mengungkapkan bahwa karakter Tawa menggunakan humor sebagai cara untuk menghadapi luka dan konflik batin yang dialaminya. Sebagai anak seorang pelawak, Tawa mewarisi naluri komedi dari sang ayah, namun tetap harus menghadapi jarak emosional akibat perpisahan dan ketidakhadiran orangtua di masa kecilnya.

Sejumlah figur publik yang telah menyaksikan film ini juga memberikan respons positif. Aktor Gading Marten menyebut film ini terasa sangat relevan dengan kehidupan, sementara Eva Celia menilai Suka Duka Tawa sebagai tontonan yang mampu mengajak penonton menangis sekaligus menertawakan realitas hidup.