Berburu Biawak di Area Proyek Ambrol, Remaja Terseret Arus Sungai Paseban

0
44

JEMBER, redaksi.co – berniat berburu Biawak yang dilakukan di area proyek ambrol berakhir tragedi. Suasana lengang di Sungai Tanggul, Dusun Paseban, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, mendadak berubah mencekam setelah seorang remaja dilaporkan hanyut dan tenggelam di aliran sungai tersebut.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026, sekitar pukul 13.30 WIB, tepatnya di area proyek Milliyaran yang dilaporkan ambrol, Korban diketahui bernama Iqbal (19), remaja asal Dusun Krajan, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.

Berdasarkan keterangan para saksi, tragedi ini bermula sejak pagi hari. Sekitar pukul 10.00 WIB, korban bersama 13 orang temannya berangkat menuju Desa Paseban dengan tujuan berburu (hunting) menembak biawak di bantaran Sungai Tanggul, tepatnya di lokasi proyek milik PT Rajendra yang kini dilaporkan dalam kondisi ambrol dan rawan.

Rombongan remaja tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung melakukan aktivitas berburu. Seekor biawak yang menjadi sasaran diketahui berada di dalam aliran sungai. Sekitar pukul 11.30 WIB, hewan tersebut berhasil dilumpuhkan, namun posisinya masih berada di tengah sungai dengan arus deras.

Tanpa mempertimbangkan faktor keselamatan, korban Iqbal berinisiatif melompat ke sungai untuk mengambil hasil buruan tersebut bersama tiga rekannya, yakni Adam, Ilham, dan Sandi.

Namun situasi mendadak berubah menjadi mencekam.

Derasnya arus Sungai Tanggul tak mampu dilawan. Satu per satu teman korban berhasil menyelamatkan diri ke tepi sungai. Namun saat mereka menoleh kembali, Iqbal sudah tidak terlihat.

Korban diduga terseret arus deras dan tenggelam, memicu kepanikan serta teriakan histeris dari rekan-rekannya di bantaran sungai. Upaya pencarian spontan sempat dilakukan oleh saksi bernama Noval bersama teman-temannya dengan menyusuri aliran sungai sambil memanggil nama korban. Namun hasilnya nihil.

Sungai yang semula menjadi lokasi berburu kini berubah menjadi saksi bisu hilangnya nyawa seorang remaja.

Kapolsek Kencong, AKP Sunarto, S.H., membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa lokasi kejadian memang masuk dalam kategori rawan dan berbahaya. Ia menyampaikan, sesaat setelah menerima laporan dari warga, pihak kepolisian langsung bergerak cepat.

“Begitu kami menerima laporan adanya korban yang hanyut, saya langsung memerintahkan anggota Polsek Kencong untuk segera menuju lokasi kejadian dan membantu proses pencarian bersama TNI, Tim SAR, relawan, serta warga setempat,” ujar AKP Sunarto dilokasi kejadian.

Menurutnya, sejumlah personel kepolisian diterjunkan untuk melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian sekaligus membantu penyisiran aliran Sungai Tanggul dari titik awal korban diduga terseret arus. Hingga saat ini, upaya pencarian masih terus dilakukan secara intensif.

AKP Sunarto juga mengimbau masyarakat sekitar, khususnya para remaja, agar tidak melakukan aktivitas berisiko di kawasan sungai yang memiliki arus deras.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak beraktivitas di sungai dengan arus deras, baik untuk berburu maupun kegiatan lainnya. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta instansi terkait guna meningkatkan pengawasan dan memasang tanda peringatan di titik-titik rawan.

“Ke depan, kami akan mendorong adanya pengamanan tambahan di area-area berbahaya guna mencegah terjadinya korban jiwa,” pungkas AKP Sunarto.

Reporter: Sofyan