• BEM FH UM Kendari Kecam Penembakan Warga oleh Oknum Brimob di Bombana

0
16

REDAKSI.CO, KENDARIAhmad Asyrof selaku (SEKJEN) Sekertaris jendral Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UM-Kendari, menyorot terkait tindakan represif berupa penembakan oleh anggota brimob polda sultra di desa wambarema kabupaten, bombana.• BEM FH UM Kendari Kecam Penembakan Warga oleh Oknum Brimob di Bombana
Aksi tersebut dinilai telah melenceng dari pada tugas dan fungsi polri sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. dengan aksi tersebut menjadi preseden bagi insitusi polri khususnya satuan brimob polda sultra

Kami. BEM FH UM KENDARI, mengutuk keras tindakan premanisme dan anarkisme yang di lakukan oleh anggota brimob polda sultra dengan menembak salah satu masyarakat kabupaten bombana”. ujar Ahmad Asyrof Sekjen BEM FH UM Kendari.

Ahmad Asyrof juga mengungkapkan di tengah isu reformasi polri yang sedang menjadi perbincangan nasional serta perluasan tugas dan wewenang polri dalam KUHP serta KUHAP baru dengan hadirnya tindakan penembakan tersebut polri tidak lagi melindungi serta memberikan rasa aman bagi masyarakat melainkan memberikan ancaman terhadap keamanan masyarakat itu sendiri”.

“Saya menilai dengan diberikannya tugas dan wewenang polri saat ini bukan menghadirkan rasa aman tapi ancaman sehingga saya menilai saat ini masyarakat lebih takut kepada polisi daripada penjahat”. lanjut Sekjen BEM FH UM Kendari
Sebagai penutup, Akibat peristiwa tersebut BEM FH UM Kendari meminta kepada kapolda sultra serta Dansat brimob polda sultra untuk menindak tegas anggota yang telah melakukan penembakan kepada masyarakat bombana dengan memberikan sanksi yang seberat-beratnya.

“Saya selaku sekjen BEM FH UM Kendari meminta kapolda sultra serta Dansat brimob polda sultra untuk memberikan sanksi yang seberat beratnya kepada pelaku penembakan di bombana karena keselamat rakyat adalah hukum yabg paling tinngi” tegasnya.