Tapanuli Tengah — Pasca bencana banjir besar yang melanda sejak 25 November 2025, situasi di sejumlah wilayah di Tapanuli Tengah semakin memprihatinkan. Warga yang terdampak mengaku kesulitan mendapatkan air bersih dan bahan makanan. Sementara itu, bantuan dari pemerintah dinilai belum terdistribusi secara merata ke masyarakat.
Kondisi krisis ini memicu aksi penjarahan di beberapa lokasi. Pada Sabtu siang (29/11/2025), warga dilaporkan menjarah dua swalayan di Kecamatan Sarudik, masing-masing di Simpang Pondok Batu dan di dekat Kantor Pengadilan Sibolga. Sejumlah warga yang berada di lokasi melihat banyak orang berbondong-bondong masuk ke dalam toko untuk mengambil berbagai kebutuhan pokok.
Penjarahan serupa juga telah terjadi di wilayah lain, yakni Hajoran, Kalangan, dan Pandan. Aksi ini disebut dipicu rasa panik dan kebutuhan mendesak warga yang belum menerima bantuan logistik pascabencana.
Akibat kerumunan warga di sekitar lokasi penjarahan, arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan panjang. Aparat keamanan telah diterjunkan untuk menertibkan situasi dan mencegah kejadian serupa terulang.
Hingga kini, warga berharap bantuan pemerintah dapat segera disalurkan secara luas agar kondisi tidak semakin memburuk. Pemerintah daerah juga telah menyampaikan bahwa distribusi logistik sedang dalam proses dan akan dipercepat untuk menjangkau seluruh wilayah terdampak.
Masuk
Selamat Datang! Masuk ke akun Anda
Lupa kata sandi Anda? mendapatkan bantuan
Privacy Policy
Pemulihan password
Memulihkan kata sandi anda
Sebuah kata sandi akan dikirimkan ke email Anda.







