Redaksi.co MAMUJU : Aroma busuk dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi kembali menyengat. Kali ini, pusaran isu panas itu menyeret Kabupaten Mamuju ke tengah badai sorotan publik. Dugaan praktik kotor ini tak lagi bisa dipandang sebagai pelanggaran biasa, ia disinyalir telah berubah menjadi kejahatan terstruktur yang menggerogoti hak rakyat kecil dan mengancam stabilitas energi daerah.
Dalam beberapa pekan terakhir, wajah Mamuju diwarnai antrean panjang kendaraan di berbagai SPBU. Warga menunggu berjam-jam demi setetes BBM subsidi. Di saat yang sama, mencuat kabar tentang dugaan penimbunan dalam skala besar yang disebut-sebut melibatkan permainan rapi dan sistematis. Publik pun bertanya: ke mana sebenarnya BBM subsidi itu mengalir?
“Modusnya rapi dan terorganisir. BBM subsidi diborong dalam jumlah besar di SPBU, lalu ditimbun dan dijual kembali ke sektor industri dengan harga jauh lebih tinggi. Margin keuntungannya fantastis,” ungkap Angriawan dengan nada geram.
Jika dugaan ini benar, maka yang terjadi bukan sekadar akal-akalan bisnis, melainkan pengkhianatan terhadap rakyat. BBM subsidi yang seharusnya menjadi penopang hidup nelayan, petani, sopir angkutan, hingga pelaku UMKM, justru diduga disedot untuk kepentingan segelintir pihak. Dampaknya nyata, aktivitas ekonomi tersendat, ongkos produksi melonjak, dan daya beli masyarakat tercekik.
Situasi memanas. Laporan resmi pun telah dilayangkan terhadap sejumlah SPBU di Mamuju yang diduga terlibat dalam praktik penimbunan BBM subsidi. Desakan agar aparat bergerak cepat kian menguat.
“Kami menunggu perkembangan laporan ini. Kami berharap aparat kepolisian, khususnya Polresta Mamuju, bertindak tegas apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum,” tegas Angriawan.
Kini bola panas berada di tangan penegak hukum. Publik menuntut transparansi, investigasi menyeluruh, dan tindakan tanpa pandang bulu. Jika benar ada sindikat bermain di balik kelangkaan ini, maka pembongkaran hingga ke akar menjadi harga mati.
Rakyat sudah terlalu lama mengantre. Pertanyaannya tinggal satu: apakah aparat berani membongkar dugaan mafia BBM ini sampai tuntas, atau kasus ini kembali redup ditelan sunyi? Mamuju menunggu jawaban. (ZUL)







