Top 5 This Week

Related Posts

Aplikasi Iblis: Saat Obsesi Cinta Membuka Pintu Dunia Arwah

JAKARTA, Redaksi.co – Apa jadinya ketika rasa kehilangan membuat seseorang nekat mencari jalan untuk berkomunikasi dengan orang yang telah meninggal? Pertanyaan itulah yang menjadi titik awal teror dalam film Aplikasi Iblis, karya terbaru yang memadukan horor supernatural, psikologis, dan aksi-thriller.

Film produksi NHI Pictures tersebut dijadwalkan menyapa penonton di bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026.

Cerita berpusat pada Arya yang diperankan Junior Roberts, seorang pria yang belum mampu menerima kematian kekasihnya, Laras, yang diperankan Dosma Hazenbosch, Kesedihan yang berubah menjadi obsesi membuat Arya mengambil keputusan berbahaya menggunakan sebuah aplikasi untuk mencoba kembali terhubung dengan Laras.

Namun, apa yang awalnya dianggap sebagai jalan untuk mengobati kerinduan justru berubah menjadi mimpi buruk.

Aplikasi tersebut menjadi semacam pintu yang menghubungkan dunia manusia dengan dunia arwah, Sejak saat itu, Arya tidak lagi berhadapan dengan sekadar rasa kehilangan, tetapi dengan konsekuensi dari keputusan yang ia ambil sendiri.

Sutradara Dimas Anggara menempatkan persoalan obsesi sebagai salah satu fondasi utama cerita, Menurutnya, Arya merupakan gambaran seseorang yang terlalu jauh mempertahankan sesuatu yang sebenarnya sudah harus dilepaskan,
“Yang dilakukan Arya itu menyebabkan dia mendapatkan teror horornya,Kita bermain logika sebab-akibat,” ujar Dimas Anggara.

Konsep tersebut membuat teror dalam Aplikasi Iblis tidak hadir tanpa alasan, Setiap keputusan Arya memiliki konsekuensi dan perlahan menyeretnya semakin jauh ke dalam persoalan yang tidak mampu ia kendalikan.

Ketika Cinta Berubah Menjadi Bumerang
Bagi Junior Roberts, memainkan Arya bukan hanya persoalan menghadapi karakter supernatural, Ia juga harus membangun karakter seorang pria yang terjebak antara rasa kehilangan, cinta, dan obsesi.

Arya digambarkan sulit menerima kenyataan bahwa orang yang dicintainya telah pergi, Keinginannya untuk kembali bersama Laras justru membuat dirinya membuka ruang bagi sesuatu yang jauh lebih berbahaya.

Selain bermain dalam adegan emosional, Junior juga menjalani sejumlah adegan fisik, Film ini menuntutnya melakukan adegan lari hingga pertarungan dengan lawan yang memiliki latar belakang atlet profesional.

Perpaduan tersebut membuat Aplikasi Iblis tidak berhenti sebagai film horor konvensional, Ketegangan dibangun melalui teror supernatural sekaligus aksi fisik yang membuat perjalanan Arya semakin berbahaya.

Dosma Hadir Sebagai Sosok yang Tak Lagi Manusia. Sementara itu, Dosma Hazenbosch menghadapi tantangan berbeda ketika memerankan Laras.

Ini menjadi pengalaman perdananya bermain dalam film horor, Tidak hanya mengandalkan riasan dan ekspresi, Dosma juga melakukan pendekatan melalui karakter suara.

Ia mengubah vokalnya menjadi lebih berat untuk menciptakan kesan bahwa sosok Laras yang kembali bukan lagi manusia seperti sebelumnya.

Perubahan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer supernatural yang ingin ditawarkan film.

Bekas Supermarket Jadi Arena Teror
Atmosfer Aplikasi Iblis juga diperkuat oleh pilihan lokasi syuting, Tim produksi memanfaatkan sebuah gedung bekas supermarket yang telah lama terbengkalai.

Lokasi tersebut tidak hanya digunakan sebagai latar visual, tetapi sekaligus dimanfaatkan untuk mendukung suasana mencekam dan kebutuhan adegan action-thriller.

Produser R. Dimas Aryanto menyebut kondisi lokasi menjadi salah satu tantangan produksi karena tim harus memadukan kebutuhan horor dengan adegan aksi.

Di balik layar, film ini mempertemukan Dimas Anggara sebagai sutradara dan Tisa TS sebagai penulis skenario, dengan R. Dimas Aryanto sebagai produser.

Selain Junior Roberts dan Dosma Hazenbosch, jajaran pemainnya turut diisi Aulia Deas, Aldo Irwan Putra, Muhammad Daffa Al Harits, Valdes Herera, serta penampilan spesial Della Dartyan.

Dengan menjadikan obsesi sebagai sumber petaka, Aplikasi Iblis mencoba menawarkan perspektif berbeda tentang horor terkadang teror paling mengerikan bukan datang karena seseorang membuka pintu dunia arwah, melainkan karena ia tidak mampu mengikhlaskan orang yang sudah pergi.

Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 15 Oktober 2026.

Popular Articles