Anggaran RS Dipangkas, Direktur Tegaskan Pelayanan Masyarakat Tetap Prioritas.

0
52

FAKFAK.Redaksi.co | Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fakfak menegaskan komitmennya untuk tetap mengutamakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, meskipun menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi tahun anggaran 2026.

Direktur RSUD Fakfak, Farid Fauzan Mahubessy, mengatakan hal tersebut usai pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terkait penyesuaian alokasi anggaran rumah sakit.

Ia menjelaskan, pada tahun anggaran 2025 RSUD Fakfak menerima alokasi dana sebesar Rp. 88 miliar. Namun, pada tahun 2026 anggaran tersebut mengalami penyesuaian menjadi Rp65 miliar. Kondisi ini mendorong pihak manajemen melakukan perhitungan ulang terhadap sejumlah kebutuhan operasional rumah sakit.

Salah satu yang terdampak adalah penyediaan makan dan minum bagi pendamping pasien. Berdasarkan data kunjungan pasien sepanjang tahun 2025 yang terus meningkat, kebutuhan ideal anggaran makan dan minum bagi pendamping pasien diperkirakan mencapai Rp. 7 miliar.

“Namun, pada tahun anggaran berjalan, dana yang tersedia hanya sebesar Rp3,6 miliar,” ungkap Farid.

Menyikapi keterbatasan tersebut, manajemen RSUD Fakfak mengambil kebijakan penyesuaian dengan mengurangi jumlah pendamping pasien yang mendapatkan fasilitas makan dan minum. Jika sebelumnya difasilitasi untuk dua orang pendamping, kini disesuaikan menjadi satu orang pendamping untuk setiap pasien.

Kebijakan penyesuaian ini akan diberlakukan hingga Desember 2026. Meski demikian, Farid menegaskan bahwa layanan makan dan minum bagi pendamping pasien tetap berjalan dan tidak dihentikan.

“Penyesuaian ini merupakan bagian dari upaya efisiensi anggaran, namun tidak mengurangi komitmen kami dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tegasnya.
Sedangkan untuk Pelayanan Kesehatan Gratis tidak ada pemotongan anggaran karena sdh disesuaikan dengan estimasinya kebutuhan ditahun pelayanan kesehatan gratis di RS

Farid menambahkan, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran, pihak rumah sakit tetap berupaya memaksimalkan utilitas dan sumber daya yang ada guna meningkatkan kualitas pelayanan.

“Walaupun dengan anggaran yang terbatas, kami tetap mengutamakan pelayanan. Setiap pasien yang datang akan tetap mendapatkan pelayanan yang optimal,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir dan tetap memanfaatkan layanan kesehatan di RSUD Fakfak. Menurutnya, rumah sakit akan terus hadir lebih dekat dengan masyarakat serta berkomitmen memberikan pelayanan maksimal dan menangani setiap permasalahan kesehatan yang dihadapi.

Dengan komitmen tersebut, Farid berharap kualitas pelayanan RSUD Fakfak tetap terjaga dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meskipun berada di tengah keterbatasan anggaran.

Semoga ditahun 2026 Transformasi Rs dengan beberapa Inovasi pelayanan yang akan di launching untuk menjawab kebutuhan masyarakat Fakfak ., Amin