Redaksi.co MAMASA : Ketua Gerakan Pemuda Mahasiswa Mamasa (GEPMA), Mondi, mengultimatum Kejaksaan Negeri Mamasa agar melakukan pengawasan ekstra terhadap pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di Kabupaten Mamasa.
Program pembentukan Koperasi Merah Putih merupakan salah satu prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Pembangunan gerai koperasi ini disebut-sebut menyerap anggaran sekitar Rp1,6 miliar per koperasi.
Mondi menegaskan, besarnya anggaran yang digelontorkan harus diimbangi dengan pengawasan ketat dari seluruh pihak yang terlibat. Ia meminta seluruh stakeholder memastikan proses pembangunan berjalan transparan dan bebas dari praktik korupsi.
“Kami ingin pembangunan gerai koperasi ini benar-benar berhasil tanpa ada tindak pidana korupsi di dalamnya. Ini program nasional yang manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat desa dan kelurahan,” tegas Mondi.
GEPMA juga mendesak Kejaksaan Negeri Mamasa untuk terlibat aktif dalam mengawal proses pengerjaan proyek, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Selain itu, mereka mendorong agar masyarakat setempat dilibatkan sebagai tenaga kerja dalam setiap pembangunan gerai koperasi.
Menurut Mondi, keterlibatan masyarakat tidak hanya akan meningkatkan rasa memiliki terhadap koperasi, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas proyek.
Dengan pengawasan yang maksimal dan partisipasi publik, GEPMA berharap pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di Mamasa dapat berjalan sukses serta benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat. (ZUL)







