Top 5 This Week

Related Posts

Pemkab Mamuju Gandeng Universitas Muhammadiyah, Siapkan Pembudidaya Ikan Kecil Lebih Mandiri dan Produktif

Redaksi.co MAMUJU : Pemerintah Kabupaten Mamuju terus mendorong kemajuan sektor perikanan dengan memperkuat kapasitas dan kemandirian pembudidaya ikan kecil. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menggandeng Universitas Muhammadiyah Mamuju melalui kerja sama peningkatan keterampilan, pendampingan, hingga pengembangan inovasi pakan ikan berbahan baku lokal.

Komitmen tersebut ditandai dengan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pembudidaya Ikan Kecil sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju dengan Universitas Muhammadiyah Mamuju, yang berlangsung di Wisma Malaqbi, Rabu (4/11/2026).

Bupati Mamuju, melalui Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju, Yusuf, SH., MH., menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan langkah penting untuk menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi pembudidaya ikan.

Menurutnya, pengembangan sektor perikanan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari perguruan tinggi, pelaku usaha, perbankan, kelompok nelayan dan pembudidaya, hingga media.

Pendekatan kolaborasi yang dikenal sebagai Pentahelix ini diharapkan menjadi kekuatan baru dalam membangun sektor perikanan yang lebih maju, produktif, dan berkelanjutan di Kabupaten Mamuju.

Yusuf mengungkapkan, masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian serius, terutama keterbatasan modal usaha, minimnya sarana dan prasarana produksi, serta tingginya harga pakan ikan yang selama ini menjadi salah satu beban terbesar bagi pembudidaya.

Karena itu, kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Mamuju diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Salah satu terobosan yang didorong adalah pemanfaatan potensi bahan baku lokal untuk memproduksi pakan ikan secara mandiri. Langkah ini dinilai penting untuk menekan biaya produksi sekaligus mengurangi ketergantungan pembudidaya terhadap pakan komersial yang harganya relatif tinggi.

Selain dukungan akademisi, pemerintah daerah juga membuka ruang kolaborasi dengan sektor perbankan, termasuk Bank Sulselbar, guna memperluas akses pembiayaan bagi nelayan dan pembudidaya ikan melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Tidak kalah penting, media diharapkan mengambil peran strategis dalam menyebarluaskan informasi, mengawal pelaksanaan program, serta memastikan kebijakan pemerintah benar-benar diketahui dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui pelatihan dan penandatanganan MoU tersebut, Pemkab Mamuju berharap lahir sinergi berkelanjutan antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, perbankan, dan media.

Target akhirnya bukan sekadar meningkatkan pengetahuan pembudidaya, tetapi membangun usaha perikanan yang lebih kuat, menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, dan membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat. (ZUL)

Popular Articles