Top 5 This Week

Related Posts

NAHKODA BARU BPN JAKARTA UTARA! CETO SUBAGIYO HADAPI TANTANGAN BESAR, PELAYANAN PUBLIK JADI TARUHAN

 

JAKARTA, Redaksi.co – Pergantian kepemimpinan di Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Administrasi Jakarta Utara menjadi momentum penting bagi peningkatan kualitas pelayanan publik. Ceto Subagiyo, S.SIT., M.H., ORMP., resmi bergabung sebagai Kepala Kantor Pertanahan Jakarta Utara, membawa harapan baru sekaligus tantangan dalam memperkuat kinerja institusi pertanahan.

Kehadiran pimpinan baru tersebut menjadi perhatian, mengingat persoalan pertanahan membutuhkan kepemimpinan yang tegas, profesional, responsif, serta mampu memastikan setiap pelayanan berjalan sesuai ketentuan.

Bukan sekadar pergantian pejabat, kehadiran Ceto Subagiyo diharapkan mampu menjadi energi baru untuk membangun tata kelola pelayanan yang semakin terbuka, efektif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Sejumlah aspek strategis menjadi perhatian, mulai dari kepastian prosedur pengurusan sertipikat, kecepatan penyelesaian berkas, transparansi biaya, kemudahan memperoleh informasi, hingga penanganan pengaduan masyarakat.

Di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap pelayanan pemerintahan yang berkualitas, integritas dan profesionalisme seluruh jajaran menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Kepemimpinan baru juga diharapkan mampu memperkuat soliditas internal, membangun budaya kerja yang disiplin, serta mendorong inovasi pelayanan tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas.

Seluruh jajaran Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bergabung kepada Ceto Subagiyo.

Kini, harapan masyarakat tertuju pada langkah nyata kepemimpinan baru, Mampukah nahkoda baru ini membawa Kantah Jakarta Utara semakin maju, menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, bebas dari praktik menyimpang, serta memberikan kepastian kepada masyarakat?
Waktu dan kinerja yang akan menjawabnya,Yang terpenting setiap perubahan harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar menjadi slogan di lingkungan birokrasi.

Popular Articles