TANGERANG,- REDAKSI.CO || Mewujudkan Kabupaten/Kota Sehat bukan sekadar menjalankan program atau melengkapi administrasi. Yang terpenting, bagaimana program itu hidup di tengah masyarakat, menjadi kebiasaan baik, dan manfaatnya terasa dalam keseharian.
Daerah yang sehat, bukan hanya soal pelayanan saat warga sakit, tetapi juga lingkungan yang bersih dan nyaman, air dan sanitasi yang baik, pangan aman, pendidikan, pelayanan publik yang mudah diakses, serta ruang yang aman dan nyaman untuk beraktivitas.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, saat menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Bupati Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, beserta rombongan, untuk mempelajari penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat di Kota Tangerang, di Ruang Patio Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (01/10/2026).

“Kalau kita berbicara tentang Kabupaten/Kota Sehat, sebenarnya kita sedang berbicara tentang bagaimana masyarakat bisa hidup dengan lebih baik,” ujar Herman.
Menurutnya, membangun daerah sehat bukan pekerjaan satu perangkat daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan dan berbagai unsur lainnya.
“Ini pekerjaan bersama. Kota atau kabupaten yang sehat bukan hanya dibangun melalui program, tetapi melalui kebiasaan baik yang tumbuh dan dilakukan bersama,” katanya.
Di Kota Tangerang, upaya tersebut antara lain dilakukan melalui Kampung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yang mendorong kebiasaan hidup sehat dimulai dari lingkungan terkecil.
Herman menambahkan, setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan berbeda, sehingga pengalaman yang dipelajari perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.
“Tujuan kita sama, menghadirkan masyarakat yang sehat, produktif dan sejahtera, serta lingkungan yang bersih, nyaman dan berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Gunung Mas, Samaya Monong, mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat, termasuk penerapannya di lapangan dan konsolidasi forum atau pokja di tingkat kecamatan, desa dan kelurahan.
“Kami datang untuk belajar penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat dan penerapannya di lapangan. Saya melihat Kota Tangerang memiliki banyak hal yang bisa kami pelajari, terutama bagaimana program kesehatan dibangun menjadi gerakan bersama dan diterapkan hingga ke masyarakat. Ini menjadi pembelajaran penting bagi kami untuk dikembangkan sesuai dengan kondisi di Gunung Mas,” pungkasnya.”
(*/Red)

