Top 5 This Week

Related Posts

Rakyat Mambi Menjerit! Massa Kepung SPBU Takurimbi, Desak Dugaan Mafia BBM Dibongkar

Redaksi.co MAMASA : Gejolak amarah masyarakat Mambi akhirnya meledak! Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Mambi menggelar aksi unjuk rasa membara di depan SPBU Takurimbi, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa. Rakyat yang sudah tak tahan menanggung pedihnya mencekik harga Bahan Bakar Minyak (BBM) turun ke jalan, menuntut pembongkaran dugaan praktik haram mafia BBM yang bikin harga bensin dan solar melambung tak masuk akal di pelosok.

Mengendarai mobil komando dan membakar semangat lewat pengeras suara, massa menduduki area SPBU sambil membentangkan spanduk bertuliskan nada perlawanan keras: “BERANTAS MAFIA BBM DI SPBU TAKURIMBI, STOP MONOPOLI BBM!”

Aksi yang dimulai sejak pukul 10.40 WITA ini berlangsung panas. Para orator membongkar bobroknya distribusi BBM di wilayah tersebut. Di saat pemerintah pusat menegaskan tidak ada kenaikan harga BBM, masyarakat Mambi justru harus membeli BBM dengan harga melangit yang memeras kantong rakyat kecil.

“Kami hadir murni untuk menyuarakan jeritan masyarakat pelosok! Harga BBM melonjak tak masuk akal. Kami mensinyalir kuat ada praktik penimbunan dan permainan kotor di SPBU Takurimbi ini!” tegas Orator Ade dalam orasinya yang membakar suasana.

Dugaan kejanggalan makin mencolok terkait jam operasional SPBU. Massa mempertanyakan mengapa SPBU Takurimbi terkesan hanya hidup di malam hari.

“Kenapa SPBU ini selalu beroperasi malam hari? Dari situ saja publik bisa menilai, ada permainan gelap di balik pintu yang tertutup!” cetus Ade menohok.

Massa yang meradang bahkan sempat mengancam akan bertahan hingga malam dan siap mendobrak masuk jika pengelola SPBU enggan menemui mereka secara langsung.

Ketegangan akhirnya memuncak pada pukul 15.20 WITA saat Pengelola SPBU Takurimbi, Kiman, akhirnya berani keluar menemui massa. Namun, penjelasan dari pihak pengelola justru makin menyulut kekecewaan.

Kiman berdalih bahwa pengisian BBM di malam hari terjadi karena mobil tangki baru tiba saat hari sudah gelap. Ia juga membela diri soal kebijakan meluluskan rekomendasi Dinas Pertanian yang diwakilkan kepada kelompok tani demi alasan jarak.

Namun, alibi tersebut langsung dipatahkan secara menohok oleh Korlap Aksi, Ade. Ia menegaskan bahwa kebijakan ‘mewakilkan‘ surat rekomendasi adalah pelanggaran aturan fatal yang menjadi celah emas bagi para pelansir dan mafia BBM untuk mengeruk solar dan pertalite dalam jumlah besar, lalu menjualnya kembali ke masyarakat dengan harga mencekik!

“Pembicaraan ini tidak ada solusinya! Apa yang diucapkan pengelola sangat bertolak belakang dengan fakta pahit di lapangan,” cercar Ade tegas.

Dalam aksi mendidih ini, Aliansi Masyarakat Mambi melempar 3 tuntutan krusial:

1. Pemerintah wajib turun tangan menstabilkan harga BBM di tingkat masyarakat.

2. BPH Migas harus turun melakukan penertiban dan audit total terhadap SPBU Takurimbi.

3. Aparat Penegak Hukum (APH) wajib MENANGKAP dan MENJARAKAN Mafia BBM yang merajalela di Mambi!

Meski aksi berakhir tertib sekitar pukul 16.00 WITA, perjuangan rakyat Mambi belum usai. Pihak SPBU akhirnya bertekuk lutut dan sepakat menggelar audiensi krusial langsung dengan Direktur SPBU Takurimbi.

Menanggapi situasi yang memanas, Kapolsek Mambi IPDA Riswandi bersama Kanit Tipidter Sat Reskrim Polres Mamasa IPDA Jhon Franklin Pasande, S.H. langsung mengambil tindakan tegas di lokasi. Kepolisian mengeluarkan peringatan keras kepada pihak SPBU maupun para pemilik rekomendasi/pelansir:

“Turunkan dan stabilkan harga Pertalite sekarang juga! Kami akan terus melakukan patroli dan pemantauan ketat. Siapa saja yang kedapatan ‘main sendiri‘ atau menjual BBM dengan harga melambung tinggi, SIAP-SIAP KAMI TINDAK TEGAS SESUAI HUKUM PIDANA!” tegas kepolisian.

Rakyat Mambi kini menanti janji dan ketegasan aparat: akankah mafia BBM ini benar-benar diseret ke balik jeruji besi, ataukah hukum kembali tumpul di hadapan permainan gelap bahan bakar? (ZUL)

Popular Articles