Top 5 This Week

Related Posts

SMSI Sulbar Bereaksi Keras: Kekerasan terhadap Wartawan Ancam Kebebasan Pers

Redaksi.co MAMUJU : Kebebasan pers di Sulawesi Barat kembali dihantam gelombang kekerasan. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Barat menyuarakan perlawanan keras atas tindakan kriminalisasi dan aksi anarkis yang menimpa seorang wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik di Kabupaten Pasangkayu.

Ketua SMSI Sulawesi Barat, Sarman Sahuding, menegaskan bahwa aksi premanisme terhadap insan pers adalah bentuk ancaman nyata bagi demokrasi dan pelanggaran hukum yang tidak bisa ditoleransi.

“Kami, SMSI Sulawesi Barat mengecam serius atas tindakan kekerasan terhadap kawan kami, wartawan di Kabupaten Pasangkayu,” ujar Sarman dengan nada tegas, Jumat (18/9/2026).

Sarman menilai, menggunakan aksi kekerasan untuk merespons sebuah produk berita adalah pola pikir terbelakang yang merusak tatanan hukum di Indonesia.

“Ketika ada pihak tak setuju isi pemberitaan, jalan yang ditempuh mesti dalam koridor pers, salah satunya pengajuan hak jawab atau hak koreksi. Tidak ada ruang pembenaran tindakan anarkisme dan kekerasan terhadap wartawan hanya karena sebuah berita. Itu cara keliru pandangan peradaban lama yang sudah tak sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan kebebasan pers. Tidak boleh lagi begitu!” tegasnya.

SMSI Sulbar mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan menyeret pelaku kekerasan ke jalur hukum demi menjamin keselamatan para pekerja media di lapangan. (ZUL

Popular Articles