Ketua KNPI Lombok Barat Babak Belur, Dikeroyok dan Diduga Ditodong Senpi
MATARAM, Redaksi.co – Aktivis Lombok Barat sekaligus Ketua KNPI Lombok Barat, M. Taufik, menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh sekelompok orang usai terjadi keributan di RodTop Kofe, Kota Mataram.

Peristiwa tersebut terjadi dini hari sekitar pukul 02.30 Wita.
Dalam kejadian itu, Taufik bersama rekannya, Halimi, juga disebut sempat mendapat ancaman setelah salah seorang terduga pelaku diduga menodongkan benda yang diduga senjata api atau senpi ke arah keduanya.
Akibat peristiwa tersebut, M. Taufik mengalami sejumlah luka pada bagian kepala dan wajah hingga harus dilarikan ke RSUP NTB untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan informasi dan kronologis yang dihimpun Redaksi.co dari pihak korban, peristiwa tersebut berawal dari keributan yang melibatkan salah seorang teman Taufik di RodTop Kofe.

Melihat situasi yang semakin memanas, Taufik berusaha melerai dan menenangkan keadaan agar keributan tidak semakin meluas.
Namun, upaya Taufik untuk melerai disebut tidak diterima oleh salah seorang yang diduga terlibat dalam keributan tersebut. Taufik diduga sempat dipegang pada bagian leher oleh orang tersebut.
Secara spontan atau refleks, Taufik kemudian melakukan perlawanan dengan mendorong balik orang yang diduga memegang lehernya.
Keributan pertama tersebut akhirnya berhasil diredam oleh petugas keamanan atau satpam yang berada di lokasi.

Diduga Ditunggu Sekitar 7 Orang di Parkiran
Setelah situasi sempat mereda, Taufik kemudian turun menuju area parkir bawah bersama rekannya, Halimi.
Namun, menurut keterangan yang diterima dari pihak korban, di lokasi tersebut Taufik diduga telah ditunggu oleh kurang lebih tujuh orang terduga pelaku yang disebut-sebut diduga berasal dari Bima-Dompu.

Situasi kembali memanas. Bahkan, salah seorang terduga pelaku disebut sempat menodongkan benda yang diduga senjata api atau senpi ke arah Taufik dan Halimi.
Selain itu, para terduga pelaku juga disebut membawa botol minuman yang diduga digunakan untuk mengancam korban.
Dalam kondisi mencekam tersebut, Halimi mengaku tidak dapat berbuat banyak. Taufik kemudian disebut dibawa oleh seseorang menuju kawasan depan My Style, Kota Mataram.
Sementara itu, Halimi langsung memesan layanan Grab dengan maksud untuk menyusul keberadaan rekannya.
Dalam perjalanan, Halimi berusaha menghubungi Taufik melalui sambungan telepon. Namun, saat komunikasi berlangsung, Halimi mengaku mendengar Taufik mengeluhkan rasa sakit.
“Sakit, sakit,” demikian suara yang didengar Halimi dari percakapan telepon tersebut.
Mendengar keluhan itu, Halimi langsung curiga bahwa rekannya sedang mengalami kekerasan atau pengeroyokan.
Kecurigaan tersebut akhirnya terbukti. Setelah berhasil menemukan Taufik, Halimi mendapati kondisi Ketua KNPI Lombok Barat tersebut telah mengalami luka-luka dan dalam keadaan babak belur.
Korban kemudian langsung dilarikan ke RSUP NTB untuk mendapatkan pertolongan dan penanganan medis.
Pihak keluarga M. Taufik berharap kasus tersebut benar-benar mendapatkan perhatian serius dari Polresta Mataram.
Keluarga meminta aparat kepolisian mengusut seluruh pihak yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut serta mendalami dugaan adanya ancaman menggunakan senjata api.
Mereka berharap para pelaku segera diidentifikasi dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Kami berharap kasus ini benar-benar menjadi atensi pihak kepolisian dan para pelaku dapat diusut sampai tuntas,” harap pihak keluarga korban.
Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi.co masih berupaya mendapatkan keterangan resmi dari pihak kepolisian serta pihak-pihak terkait lainnya guna memperoleh informasi yang berimbang mengenai peristiwa tersebut.
Jurnalis: Suhaili
Media Nasional Investigasi – Redaksi.co
Catatan Redaksi: Informasi mengenai dugaan pengeroyokan, identitas dan asal terduga pelaku, serta dugaan penodongan senjata api masih berdasarkan keterangan pihak korban dan saksi. Seluruhnya perlu didalami dan dibuktikan melalui proses penyelidikan aparat kepolisian.

