http://( redaksi.co )(3 September )( 2026 )
Suasana Sunyi Berubah. Mencekam
Kesaksian Warga Saat Insiden Kereta Maut
Dini Hari Pukul 02.00 WIB Siang
Malam itu, kawasan pemukiman warga di sekitar jalur kereta api Krembangan Mulyo sudah sangat sepi. Jam baru saja menunjukkan pukul 02.00 WIB dini hari ketika keheningan pecah oleh suara klakson kereta api (semboyan 35) yang berbunyi berulang-ulang dengan sangat keras dan panjang, disusul suara pengereman mendadak yang memekakkan telinga..
Saya waktu itu belum tidur pulas, tiba-tiba dengar suara klakson kereta keras sekali, tidak seperti biasanya. Tak lama kemudian terdengar suara benturan. Firasat saya langsung tidak enak,” ujar salah seorang warga setempat yang rumahnya berbatasan langsung dengan area wilayah PJKA.
Mendengar kegaduhan tersebut, beberapa warga yang sedang ronda malam dan terbangun langsung berlarian menuju ke arah perlintasan rel. Dengan menggunakan senter seadanya di tengah kegelapan malam, mereka menyusuri rel kereta. Di sanalah mereka menemukan tubuh korban yang sudah tergeletak tidak bernyawa setelah tertabrak kereta api yang melintas dengan kecepatan tinggi.
Warga mengaku sangat syok mendapati korban ternyata adalah tetangga mereka sendiri. Isak tangis histeris dari keluarga dan warga sekitar langsung pecah di lokasi kejadian begitu identitas korban terkonfirmasi. Lokasi sepanjang bantaran rel ini memang kerap dikhawatirkan warga karena jarak pemukiman yang sangat mepet dengan jalur aktif kereta..
Menurut penuturan warga sekitar, kawasan perlintasan Krembangan Mulyo ini memang tergolong titik rawan maut, terlebih saat dini hari karena kondisi pencahayaan yang minim dan kurangnya pagar pengaman yang membatasi akses warga ke rel. Kejadian tragis pada Kamis dini hari ini menjadi duka mendalam bagi seluruh warga Krembangan Mulyo sekaligus menjadi pengingat keras akan pentingnya keselamatan di sekitar jalur rel PJKA..
http://( Agus kustiadi)(3 September )(2026)

