Top 5 This Week

Related Posts

Najwa Kinan Firdaus, Putri Dusun Peseng Tampil Perdana di Ajang Dancing Bergengsi

Najwa Kinan Firdaus, Putri Dusun Peseng Tampil Perdana di Ajang Dancing Bergengsi

MATARAM –Redaksi.co Suasana GOR Turide Mataram malam ini, Minggu, 9 Agustus 2026, diramaikan dengan ajang dancing yang mempertemukan talenta-talenta muda dalam sebuah pertunjukan penuh energi, kreativitas dan semangat.

Di antara para peserta, ada sosok Najwa Kinan Firdaus, putri dari H. Masiyah Haikal, warga Dusun Peseng, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, yang untuk pertama kalinya tampil dalam ajang dancing bergengsi tersebut.

Penampilan perdana Najwa menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga. Gadis asal Lombok Barat itu tampil penuh percaya diri bersama tim dancing yang mayoritas merupakan anak-anak keturunan Tionghoa.

Menjadi satu-satunya anak Sasak dalam tim tersebut tidak sedikit pun membuat Najwa merasa minder. Justru, ia mengaku bangga bisa mendapatkan kesempatan tampil bersama teman-temannya.

Menurut Najwa, perbedaan latar belakang bukanlah alasan untuk saling membedakan. Baginya, semua anggota tim memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan penampilan terbaik sekaligus membuat orang tua masing-masing merasa bangga.

Saya bangga ada dalam tim ini. Teman-teman saya tidak pernah saling membedakan. Kami semua sama. Kami hanya ingin membuat bangga orang tua kami, itu saja,” ujar Najwa.

Sikap percaya diri dan keterbukaan Najwa tersebut menjadi salah satu pengalaman berharga dalam perjalanan dirinya mengembangkan bakat di dunia dancing.

Bagi keluarga, penampilan malam ini bukan sekadar tentang gerakan di atas panggung. Ada keberanian seorang anak dari sebuah dusun di Lombok Barat untuk tampil di hadapan banyak orang, membawa nama keluarga, sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk berprestasi.

Tetap Berhijab, Prinsip yang Membuat Sang Ayah Bangga

Di balik keberaniannya tampil dalam dunia dancing, ada satu hal yang membuat H. Masiyah Haikal semakin bangga kepada putrinya.

Najwa tetap mempertahankan hijabnya di mana pun berada, termasuk ketika tampil di atas panggung.

Bagi sang ayah, keistiqamahan Najwa dalam mempertahankan hijab merupakan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar prestasi di atas panggung.

H. Masiyah Haikal mengungkapkan, pernah suatu ketika Najwa menyampaikan kepadanya mengenai kemungkinan aturan perlombaan yang mengharuskan peserta membuka hijab.

Pernah Kak Najwa curhat kepada saya, kalau aturan lomba tersebut harus membuka hijab, maka saya tidak akan ikut nge-dance,” ungkap H. Masiyah Haikal Firdaus 

Ucapan tersebut sangat membekas di hati sang ayah.

Sebab, di tengah keinginan Najwa untuk mengembangkan bakat dan tampil dalam berbagai kesempatan, ia tetap memiliki batas yang tidak ingin dilanggar.

Bagi H. Masiyah Haikal, itulah bentuk keberanian yang sesungguhnya. Bukan hanya berani tampil di atas panggung, tetapi juga berani mempertahankan prinsip yang diyakini.

Keistiqamahan Kak Najwa mempertahankan hijabnya, di mana pun dan dalam pentas pun Kak Najwa tetap berhijab, itu yang membuat bapak bangga,” tuturnya.

Kebanggaan Seorang Ayah kepada Putrinya

Sebagai orang tua, H. Masiyah Haikal mengaku bahagia melihat perkembangan putrinya.

Ia tidak hanya melihat Najwa sebagai seorang anak yang memiliki bakat dancing, tetapi juga sebagai seorang putri yang mulai belajar percaya diri, bergaul dengan banyak orang, menghargai perbedaan dan berani menunjukkan kemampuan yang dimilikinya.

Baginya, keberhasilan anak bukan semata-mata tentang mendapatkan juara atau membawa pulang piala.

Yang paling penting adalah bagaimana seorang anak mampu menjadi pribadi yang baik, tetap menghormati orang tua, memiliki prinsip dan tidak kehilangan jati dirinya.

Karena itu, penampilan perdana Najwa malam ini menjadi sebuah kebanggaan yang mungkin akan terus dikenang oleh keluarga.

Seorang anak Sasak dari Dusun Peseng berdiri di atas panggung bersama timnya, tanpa merasa berbeda dan tanpa merasa rendah diri.

Najwa justru menunjukkan bahwa perbedaan suku, budaya maupun latar belakang tidak harus menjadi jarak dalam sebuah persahabatan.

Doa dan Harapan untuk Najwa

Di balik senyum dan rasa bangganya, H. Masiyah Haikal menyimpan harapan besar untuk masa depan putrinya.

Ia berharap Najwa terus mengembangkan bakatnya, tetapi tetap menjadi anak yang rendah hati, istiqamah dan tidak melupakan pendidikan serta nilai-nilai yang telah diajarkan keluarga.

Harapan bapak, kelak Kak Najwa bisa dan mampu membuat kami sebagai orang tua bangga. Tetap istiqamah, tetap pertahankan hijabnya dan terus kembangkan bakat yang dimiliki,” harapnya.

Ia juga menitipkan doa agar perjalanan putrinya selalu mendapatkan kemudahan.

Semoga Kak Najwa sehat selalu, panjang umur, sukses dunia dan akhirat. Semoga apa yang menjadi cita-citanya bisa tercapai dan bisa menjadi kebanggaan bagi keluarga,” ucapnya.

Malam ini, di panggung GOR Turide Mataram, Najwa Kinan Firdaus bukan hanya tampil membawa gerakan dan koreografi.

Ia membawa nama keluarganya, membawa semangat dari Dusun Peseng, sekaligus membawa pesan sederhana bahwa perbedaan bukan alasan untuk minder dan sebuah prestasi tidak harus dibayar dengan meninggalkan prinsip.

Bagi H. Masiyah Haikal, mungkin penampilan Najwa malam ini belum menjadi akhir dari sebuah perjalanan. Justru, bisa jadi ini adalah langkah pertama menuju perjalanan yang lebih panjang.

Dan bagi seorang ayah, melihat putrinya berani berdiri di atas panggung, percaya diri bersama teman-temannya, tetap menjaga hijab dan tetap memegang prinsip, sudah menjadi hadiah kebanggaan yang tidak ternilai.

Jurnalis: Suhaili                         

  Media Nasional Investigasi – Redaksi.co

Suhaili .
Suhaili .
Nama : H.suhaili Umur : 47 tahun Pekerjaan : Pers Asal : Taman ayu gerung lombok barat ntb

Popular Articles