JEMBER, Redaksi.co – Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Wartawan Indonesia (DPC GWI) Jember memastikan ikut memeriahkan Gerak Jalan Tanggul-Jember Tradisional (Tajemtra) 2026. Keikutsertaan tersebut ditandai dengan latihan bersama ASN Pemerintah Kabupaten Jember yang dipimpin langsung Bupati Jember Muhammad Fawait, Kamis (6/8/2026).
Ketua DPC GWI Jember, Sigit Priyono Azeta, turut mengikuti latihan berjalan kaki bersama para ASN. Kegiatan dimulai dari halaman Kantor PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (BM SDA) Jember dan berakhir di Pendopo Wahyawibawagraha dengan jarak sekitar 7 kilometer.
Bagi Sigit, latihan tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi Tajemtra 2026 yang memiliki rute sekitar 30 kilometer dari Alun – Alun Kecamatan Tanggul menuju Alun – Alun Jember Nusantara.
“Berjalan kaki sejauh tiga puluhan kilometer dari Tanggul ke Jember membutuhkan tekad dan stamina yang besar. Apalagi sepanjang perjalanan akan disaksikan ribuan warga di kanan dan kiri jalan,” ujar Sigit.
Memasuki usia 52 tahun, Sigit mengaku tidak menjadikan faktor usia sebagai alasan untuk menghindari aktivitas fisik. Ia justru menjadikan Tajemtra sebagai momentum untuk menjaga kebugaran sekaligus memotivasi masyarakat agar lebih aktif bergerak.
“Sebagai persiapan, sejak kemarin saya berlatih berjalan kaki selama dua jam setiap sore. Saya ingin memotivasi diri sendiri dan juga yang lainnya agar terus bergerak supaya tetap bugar,” katanya, Rabu (5/8/2026).
Selama ini, Sigit hanya meliput pelaksanaan Tajemtra setiap tahun tanpa mengikuti perjalanan sepanjang 30 kilometer. Namun, pada Tajemtra 2026, ia memutuskan turun langsung sebagai peserta perorangan dengan nomor peserta 01-0940.
Menurut Sigit, keterlibatan DPC GWI Jember bukan sekadar mengikuti kegiatan olahraga. Organisasi kewartawanan tersebut ingin mengambil bagian dalam berbagai kegiatan yang menjadi bagian dari pembangunan dan promosi Kabupaten Jember.
“GWI tidak hanya mempublikasikan kegiatan pembangunan, olahraga, kesenian maupun pariwisata, tetapi juga berupaya terlibat secara langsung dalam kegiatan yang positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jember, Bobby Arie Sandy, mengatakan Tajemtra memiliki makna lebih dari sekadar kegiatan berjalan kaki sejauh 30 kilometer.
“Salah satu maknanya adalah semangat longmarch 30 kilometer. Sekaligus sebagai ajang silaturahmi, persatuan dan penguatan masyarakat Kabupaten Jember,” kata Bobby.
Bobby menjelaskan, Tajemtra juga memiliki unsur prestasi. Peserta nantinya akan dinilai berdasarkan ketepatan waktu, kedisiplinan dan kekompakan. Peserta terbagi dalam dua kategori, yakni perorangan dan beregu.
Pemkab Jember juga telah menyiapkan penghargaan bagi para peserta terbaik. Total anggaran hadiah yang disiapkan mencapai sekitar Rp200 juta, termasuk piala dan hadiah lainnya.
Tak hanya dari sisi olahraga dan silaturahmi, Bobby menilai Tajemtra juga berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Ribuan peserta dan masyarakat yang memadati sepanjang rute dinilai dapat menggerakkan aktivitas pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Dampak Tajemtra bagi ekonomi, pemuda dan bela negara cukup besar. Dampak ekonomi otomatis besar, ketika jalur sepanjang 30 kilometer ini akan menggerakkan UMKM. Sedangkan bagi pemuda, mereka akan mencintai bangsa dan negara,” urainya.
Hingga Kamis (6/8/2026), jumlah peserta yang telah mendaftar Tajemtra 2026 tercatat mencapai 4.292 orang. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah menjelang pelaksanaan kegiatan.
Keikutsertaan DPC GWI Jember diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan Tajemtra, tetapi juga menjadi contoh bahwa insan pers dapat mengambil peran secara langsung dalam kegiatan olahraga, sosial dan pembangunan daerah (*).

