JEMBER, Redaksi.co – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif #5 Desa Sidomulyo yang terdiri atas mahasiswa Universitas Jember (UNEJ), Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Universitas Islam Jember (UIJ), dan Universitas dr. Soebandi berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan serta Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) Sidomulyo untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, Minggu (2/8/2026).
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi dan Konsultasi Virtual Office Layanan Peserta (VIOLA) BPJS Kesehatan serta pemeriksaan kesehatan bagi peserta didik di sejumlah sekolah di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember.
Program ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, BPJS Kesehatan, dan Ponkesdes dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Selain mempermudah akses administrasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini melalui pemeriksaan kesehatan di lingkungan sekolah.

Sosialisasi dan konsultasi VIOLA diikuti 24 warga Desa Sidomulyo. Setelah melakukan registrasi, peserta memperoleh penjelasan mengenai mekanisme layanan VIOLA dari mahasiswa KKN sebelum melanjutkan konsultasi secara daring dengan petugas BPJS Kesehatan.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mengurus berbagai keperluan administrasi, mulai dari pendaftaran kepesertaan BPJS Kesehatan, penyelesaian kendala administrasi dan tunggakan iuran, hingga konsultasi mengenai Program JKN tanpa harus datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan.
PIC BPJS Kesehatan, Astin Rochdya, menjelaskan bahwa VIOLA merupakan inovasi pelayanan berbasis teknologi komunikasi yang dirancang untuk mendekatkan layanan administrasi kepada masyarakat.

“Dengan diadakannya kegiatan ini, kami dapat memberikan informasi sekaligus membantu menangani berbagai kendala yang dialami masyarakat terkait kepesertaan JKN tanpa harus datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan,” ujar Astin.
Ia berharap layanan VIOLA yang hadir hingga tingkat desa mampu memperluas jangkauan pelayanan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kepesertaan aktif dalam Program JKN.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kolaboratif #5 berperan sebagai fasilitator dengan menyiapkan perangkat pendukung, seperti laptop, jaringan internet, dan media konferensi daring (Zoom). Mereka juga mendampingi peserta selama proses konsultasi serta membantu menjelaskan informasi dari petugas BPJS Kesehatan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.

Salah seorang peserta layanan VIOLA, Uswatun Hasanah, mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan tersebut.
“Pelayanannya sangat memuaskan. Saya mendapat penjelasan yang jelas dari petugas BPJS Kesehatan dan juga didampingi mahasiswa KKN, sehingga proses pengaktifan kembali BPJS Kesehatan saya dapat berjalan lancar tanpa kendala,” tuturnya.
Selain menghadirkan layanan VIOLA, mahasiswa KKN Kolaboratif #5 bersama Ponkesdes Sidomulyo juga menggelar pemeriksaan kesehatan bagi peserta didik di SDN Sidomulyo 01, SDN Sidomulyo 02, dan MI Nurul Hidayah.
Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan Ponkesdes sebagai upaya deteksi dini terhadap kondisi kesehatan anak. Mahasiswa KKN membantu proses registrasi, mendampingi peserta didik selama pemeriksaan, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.
Melalui pemeriksaan kesehatan sejak dini, berbagai potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dan tindak lanjut dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Meskipun menyasar kelompok yang berbeda, kedua program tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, dan pelayanan administrasi yang mudah diakses. Layanan VIOLA memberikan kemudahan dalam pengurusan administrasi kepesertaan JKN, sedangkan pemeriksaan kesehatan di sekolah menjadi langkah nyata untuk memantau kesehatan anak sejak usia dini.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat maupun pihak sekolah. Antusiasme warga terlihat dari tingginya partisipasi dalam memanfaatkan layanan konsultasi BPJS Kesehatan, sementara pihak sekolah mengapresiasi pemeriksaan kesehatan yang membantu memantau kondisi kesehatan peserta didik secara berkala.

Kehadiran mahasiswa KKN sebagai penghubung antara masyarakat, BPJS Kesehatan, Ponkesdes, dan Pemerintah Desa Sidomulyo semakin memperkuat sinergi pelayanan kesehatan di tingkat desa.
Melalui kolaborasi empat perguruan tinggi bersama BPJS Kesehatan, Ponkesdes, dan Pemerintah Desa Sidomulyo, program ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi yang baik mampu menghadirkan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses, meningkatkan literasi masyarakat mengenai Program JKN, serta mendukung terwujudnya masyarakat Desa Sidomulyo yang sehat, mandiri, dan sejahtera. (*)
