Top 5 This Week

Related Posts

BRIN Sebut Mamuju Berpotensi Jadi Kota Masa Depan, Muhammad Yusuf: Saatnya Bersatu Wujudkan Mimpi Besar

Redaksi.co MAMUJU : Pengakuan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menyebut Kabupaten Mamuju sebagai kawasan strategis yang berpotensi menjadi “kota masa depan” Indonesia dinilai menjadi momentum penting untuk mempercepat pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

Hal itu disampaikan Muhammad Yusuf, SH., MH., Alumni Hipermaju, yang menegaskan bahwa pernyataan Kepala BRIN bukan sekadar slogan, melainkan didasarkan pada hasil riset ilmiah mengenai potensi luar biasa yang dimiliki Mamuju.

Menurutnya, Mamuju memiliki kekayaan geologi yang sangat strategis, mulai dari potensi Logam Tanah Jarang (Rare Earth Elements/REE) yang menjadi komoditas penting bagi industri teknologi masa depan hingga karakteristik radiasi alam yang menjadikan wilayah tersebut sebagai laboratorium riset berskala nasional.

“Predikat sebagai kota masa depan tidak boleh berhenti sebagai kebanggaan semata. Pengakuan tersebut harus diterjemahkan menjadi kebijakan publik berbasis data, program pembangunan yang terukur, dan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujar Muhammad Yusuf.

Ia menjelaskan, sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Barat sekaligus daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Mamuju memiliki posisi yang sangat strategis. Letaknya di pesisir Selat Makassar membuka peluang besar bagi pengembangan sektor maritim, perikanan, logistik, hingga pariwisata bahari melalui potensi Teluk Manakarra.

Selain itu, kekayaan geologi yang dimiliki Mamuju dinilai dapat menjadi daya tarik investasi sekaligus pusat pengembangan riset nasional apabila dikelola secara transparan, bertanggung jawab, dan berbasis edukasi kepada masyarakat.

Muhammad Yusuf juga menilai, gagasan besar BRIN sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Mamuju di bawah kepemimpinan Bupati Hj. St. Sutinah Suhardi melalui visi “Mamuju Keren“, yang menitikberatkan pada pembangunan daerah yang kreatif, edukatif, ramah, energik, dan nyaman bagi masyarakat.

Menurutnya, langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Pemerintah Kabupaten Mamuju yang mulai membangun kolaborasi resmi dengan BRIN, termasuk rencana penyusunan nota kesepahaman (MoU) di bidang riset dan pengembangan sumber daya manusia, menjadi bukti komitmen pemerintah dalam membangun daerah berbasis ilmu pengetahuan.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa terdapat sejumlah agenda strategis yang harus segera diwujudkan agar peluang tersebut benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pertama, hasil-hasil riset mengenai geologi dan radiasi alam harus diterjemahkan menjadi kebijakan publik sekaligus disosialisasikan secara terbuka agar tidak memunculkan kesalahpahaman, tetapi justru meningkatkan literasi masyarakat.

Kedua, pemerintah perlu mempercepat hilirisasi potensi daerah melalui pembangunan infrastruktur produktif, seperti penguatan pelabuhan, sistem rantai dingin (cold chain) sektor perikanan, jaringan digital, hingga kawasan industri pendukung guna menyambut investasi.

Ketiga, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi prioritas. Menurutnya, pembangunan kota masa depan bukan hanya menghadirkan infrastruktur modern, tetapi juga menciptakan masyarakat yang adaptif, memiliki daya saing tinggi, serta menguasai literasi digital dan riset.

Muhammad Yusuf menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Dukungan seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, pelaku usaha, pemuda, tokoh adat, media, hingga masyarakat di desa dan perkotaan menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan.

Dukungan terhadap pembangunan bukan berarti menghilangkan sikap kritis. Kritik yang konstruktif justru menjadi energi positif untuk menjaga iklim investasi, memperkuat partisipasi masyarakat, dan bersama-sama menjaga Tampo Pembolongan sebagai tanah kelahiran yang harus diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.

Ia juga mengaitkan semangat pembangunan tersebut dengan tema Hari Jadi Mamuju ke-486, “Mamuju Marendeng“, yang bermakna tenteram, aman, damai, dan berkelanjutan.

Menurutnya, filosofi tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati bukan hanya membangun jalan dan gedung, tetapi juga membuka akses terhadap pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Bumi Manakarra.

“Momentum HUT Mamuju ke-486 harus menjadi titik tolak untuk memperkuat komitmen bersama. Predikat kota masa depan dari BRIN adalah peta jalannya, visi Mamuju Keren menjadi kompasnya, sedangkan kerja keras seluruh masyarakat merupakan mesin penggeraknya. Dengan kolaborasi yang kuat, saya optimistis Mamuju akan tumbuh menjadi kota masa depan yang maju, berdaya saing, aman, dan membanggakan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” tutupnya. (ZUL)

Popular Articles