Aceh Barat.Redaksi.co
Bupati Aceh Barat diwakili oleh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat, Setdakab Aceh Barat, Ruswaidi menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Kesra Kabupaten/Kota tahun 2026 yang digelar oleh Pemerintah Aceh di Aula Eva Sky Hotel Meulaboh pada Kamis, 16/7/2026
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) se Provinsi Aceh dan juga seluruh Perwakilan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) se Aceh
Ruswaidi mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Kepada Kepala Biro Isra Setda Aceh beserta jajaran dan seluruh peserta Rakor Kesra Kabupaten/Kota tahun 2026.
“Sebagai tuan rumah kami menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini, semoga kehadiran kita semua dalam forum ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat koordinasi dan membangun sinergi antar daerah dalam mewujudkan pelayanan sosial yang berkualitas,” kata Ruswaidi.
Dikatakan Ruswaidi, kesejahteraan rakyat merupakan tujuan bersama dari setiap kebijakan pemerintah, seluruh program yang dirancang baik di bidang sosial, pendidikan, kesehatan dan keagamaan pada akhirnya bermuara pada satu tujuan yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Namun keberhasilan program tersebut juga sangat bergantung pada satu hal penting yaitu kualitas data. Kami menilai bahwa tema Rakor tahun ini yaitu pemanfaatan data untuk kesejahteraan rakyat sangat relevan dengan tantangan pemerintahan saat ini,” katanya.
Di era transformasi digital, data menjadi pondasi utama dalam proses perencanaan, pengambilan keputusan, pelaksanaan program hingga evaluasi kebijakan. Oleh karena itu, penguatan tata kelola data harus menjadi komitmen bersama seluruh pemerintah kabupaten atau kota di Aceh.
“Data akurat, mutakhir, terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran. Dalam hal ini Sub Bagian Sosial atau bagian kesejahteraan rakyat memiliki peran yang sangat strategis dalam memastikan bahwa setiap program kerjasama masyarakat didukung oleh data yang berkualitas,” ujar Ruswaidi.
Melalui forum rakor tersebut diharapkan akan lahir rekomendasi dan langkah penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data, memperkuat koordinasi antar instansi serta menyamakan persepsi dalam berbagai program kesejahteraan di seluruh kabupaten kota di Aceh.
Sementara itu, Kepala Biro Isra Setda Aceh, Yusrizal mengatakan, bahwa hari ini kita tuntut untuk bekerja dengan data yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan, selama ini kita sering mendengar istilah kurang data atau datanya tidak sama, padahal di satu data Indonesia semua OPD punya peran sebagai wali data.
“Diskominsa sudah menyediakan pintunya, tentu bagaimana kemudian kita mengisinya dan yang penting adalah bagaimana kita memanfaatkannya. Tantangan kita masih besar masih ada data ganda, data yang tidak update dan data yang belum optimal di tingkat program,” kata Yusrizal.
Akibat dari tidak optimalnya data tersebut kata Yusrizal, dapat menyebabkan penyaluran bantuan menjadi tidak tepat dan program yang telah direncanakan menjadi kurang berdampak terhadap masyarakat.
“Saya berpesan, pertama pastikan data OPD semuanya valid, update dan bisa diakses, yang kedua aktiv menggunakan data Diskominsa untuk menyusun perencanaan dan anggaran, jangan sampai ada program tanpa basis data, bangun komunikasi dengan Dinas Sosial, Diskominsa dan Kesra selaku perpanjangan tangan kepala daerah serta jalin sinergi jika ada kendala teknis maka dapat divalidasikan datanya,” katanya.
Dia juga berpesan kepada para peserta Rakor untuk memanfaatkan forum tersebut dengan sebaik – baiknya dan sampaikan kepada para petugas di lapangan, bagikan praktik baik dan rumuskan langkah konkrit yang bisa dikerjakan bersama setelah Rakor tersebut.
“Karena tujuan akhirnya itu adalah satu yaitu rakyat yang sejahtera, mari kita buktikan bahwa pemerintah hadir dengan kebijakan yang cerdas karena datanya kuat tidak ada satupun warga kita yang luput dari perhatian,” ujar Yusrizal ****

