BANDA ACEH — Pemerataan kualitas infrastruktur jalan kini menjadi misi utama Pemerintah Kota Banda Aceh. Lewat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), wajah jalanan kota mulai dibenahi secara besar-besaran, tidak hanya di kawasan pusat pemerintahan, tetapi juga merambah ke jalan-jalan pemukiman warga.
Kepala Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Ir. Rulli Syahreza, M.T., menegaskan komitmennya bahwa setiap warga Banda Aceh berhak mendapatkan akses jalan yang aman dan layak. Visi inilah yang membuatnya langsung tancap gas mengomandoi proyek perbaikan di jalur padat kendaraan serta jalan-jalan desa yang kondisinya sudah lama dikeluhkan masyarakat.
”Komitmen kami jelas, pembangunan infrastruktur tidak boleh pilih kasih. Tahun ini, selain membenahi jalan-jalan protokol kota yang padat lalu lintas, fokus besar kami adalah menuntaskan jalan lintas desa yang rusak parah, bahkan ruas-ruas jalan yang sejak dulu belum pernah tersentuh aspal sama sekali,” kata Ir. Rulli Syahreza, M.T.
Bukti di lapangan pun mulai terlihat nyata. Saat ini, ada sekitar 12 titik jalan yang sedang dikerjakan secara intensif melalui tujuh paket proyek awal. Wilayah seperti Lambaro Skep yang dulunya masih berupa jalan tanah dasar, kini mulai dilapisi aspal kokoh. Begitu pula dengan kawasan Desa Penyeurat yang diaspal penuh, serta perbaikan penurunan kualitas jalan di Lhong Raya.
Rulli yang memiliki latar belakang keilmuan teknik sipil yang kuat, sangat cerewet terkait kualitas pengerjaan. Ia melarang keras metode yang hanya bersifat kosmetik atau sementara.
”Masyarakat berhak mendapatkan fasilitas yang tahan lama, jadi instruksi saya ke jajaran sudah jelas: tidak ada lagi sistem tambal sulam yang cepat rusak. Jalan yang masih tanah kita naikkan statusnya jadi aspal, dan yang rusak kita overlay (lapis ulang). Kualitas harus nomor satu agar anggaran yang keluar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” tegas Rulli.
Menunjukkan komitmennya yang berkelanjutan, Rulli juga telah menyiapkan gelombang perbaikan berikutnya. Dinas PUPR sedang merampungkan persiapan lelang untuk sepuluh titik jalan baru lainnya, di antaranya mencakup wilayah padat di Gampong Ie Masen Kayee Adang serta Lampulo di Kecamatan Kuta Alam.
Termasuk sisa pengerjaan jalan sepanjang 200 hingga 300 meter di Jalan Tgk. Abd. Meunasah Meuncap yang sempat tertunda tahun lalu, dipastikan akan rampung total dalam waktu dekat.
“Kami ingin perbaikan ini tuntas tanpa menyisakan masalah di kemudian hari. Insya Allah, dengan komitmen bersama, jalanan yang mulus ini akan mempermudah warga mencari rezeki, mengurai kemacetan, dan membuat mobilitas harian masyarakat Banda Aceh jauh lebih nyaman,” pungkas Ir. Rulli Syahreza, M.T.

