Top 5 This Week

Related Posts

Juminten Edan Tayangdi HariAnakNasional 2026,Horor PsikologisyangMenggugatStigmaterhadapPerempuanDisabilitas

JAKARTA,Redaksi..Co-  Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya yang memadukan horor, drama keluarga, dan isu sosial dalam satu narasi yang kuat. Film Juminten Edan resmi merilis official trailer dan mengumumkan jadwal tayangnya pada 23 Juli 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional.

Diproduksi oleh Mercusuar Films bersama Digital Frame Production, film ini disutradarai oleh Dedy Mercy dan Jonathan Ozoh, dengan naskah karya Alim Sudio yang menghadirkan kisah penuh emosi tentang perjuangan seorang ibu dalam menghadapi trauma, diskriminasi, dan teror yang menghantui keluarganya.

Dalam Trailer resminya, penonton diperkenalkan pada sosok Juminten yang diperankan oleh Meisya Amira. Ia adalah perempuan penyandang disabilitas wicara dan hambatan pendengaran yang harus berhadapan dengan masa lalu kelam ketika kembali ke pulau tempat ia dibesarkan.
Kepulangan Juminten bersama suaminya, Manto, yang diperankan oleh Dimas Aditya, serta anak mereka, menjadi awal dari rangkaian peristiwa misterius yang perlahan mengubah kehidupan keluarga tersebut. Di tengah suasana yang seharusnya.

menghadirkan kehangatan, muncul berbagai kejadian ganjil yang memicu ketegangan, ketakutan, dan kecurigaan dari lingkungan sekitar,  namun, “Juminten Edan” tidak sekadar menawarkan ketegangan khas film horor. Di balik teror yang muncul, film ini mengangkat persoalan sosial yang relevan, yakni stigma terhadap penyandang disabilitas. Julukan “edan” yang disematkan kepada Juminten menjadi simbol bagaimana masyarakat kerap menghakimi seseorang tanpa memahami kondisi dan perjuangan yang mereka alami.

Konflik keluarga menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Hubungan antara Juminten dan Manto digambarkan penuh dinamika emosional, berada di antara cinta, pengorbanan, rasa takut, serta tekanan psikologis yang semakin besar ketika berbagai kejadian tak terjelaskan mulai mengancam keselamatan mereka.

Melalui pendekatan horor psikologis yang dibangun secara perlahan, film ini menghadirkan pengalaman sinematik yang bukan hanya menakutkan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan. Penonton diajak menyelami pergulatan batin seorang perempuan yang selama hidupnya harus menghadapi prasangka dan penilaian orang lain.

Selain Meisya Amira dan Dimas Aditya, film ini turut diperkuat oleh penampilan Anne J Coto, Kukuh Prasetyo, Deden Bagaskara, Bambang Oeban, Wina Marrino, Sharon Jovian, Teguh Julianto, Wanto Cacing, Feril Ali, dan Maria Lituhayu.

Dengan menggabungkan unsur misteri, trauma keluarga, dan kritik sosial, “Juminten Edan” hadir sebagai salah satu film horor Indonesia yang menawarkan sesuatu yang berbeda. Bukan hanya tentang rasa takut, tetapi juga tentang perjuangan, penerimaan, dan luka yang selama ini tersembunyi di balik stigma.

Film ini dijadwalkan menghantui layar bioskop Indonesia mulai 23 Juli 2026, membawa kisah yang diyakini akan meninggalkan kesan mendalam bagi para penontonnya.

Popular Articles