Redaksi.co, Sukabumi || Di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Kecamatan Ciracap, terdapat sebuah desa yang terus menunjukkan geliat pembangunan berbasis potensi lokal. Desa Purwasedar hadir sebagai salah satu wilayah yang menggabungkan kekayaan budaya, pesona wisata alam, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam satu kesatuan yang saling menguatkan.
Dengan luas wilayah sekitar 2.338,1 hektare dan jumlah penduduk mencapai 7.491 jiwa, Desa Purwasedar memiliki posisi strategis. Di sebelah selatan, desa ini berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia, sementara di sisi barat berbatasan dengan Desa Cikangkung, sebelah timur dengan Desa Pasir Ipis Kecamatan Surade, dan sebelah utara dengan Desa Ciracap.
Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Devi Susandi, berbagai potensi desa terus didorong untuk menjadi sumber kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat identitas daerah.
Batik Pakidulan, Warisan Budaya yang Terus Berkembang
Salah satu kebanggaan Desa Purwasedar adalah Batik Pakidulan yang berkembang di Dusun Cikaret. Kerajinan batik khas kawasan Geopark Ciletuh ini menjadi simbol kreativitas masyarakat dalam mengangkat kekayaan alam dan budaya Sukabumi Selatan ke dalam karya bernilai ekonomi.
Melalui dukungan pemerintah desa dan partisipasi masyarakat, Batik Pakidulan tidak hanya menjadi produk kerajinan, tetapi juga sarana pelestarian budaya yang mampu membuka peluang usaha bagi warga setempat.
Motif-motif yang terinspirasi dari bentang alam pesisir, pegunungan, hingga kekayaan hayati kawasan Geopark menjadikan Batik Pakidulan memiliki karakter yang khas dan berbeda.
Surga Wisata Alam di Selatan Sukabumi
Selain dikenal sebagai sentra kerajinan batik, Purwasedar juga memiliki sejumlah destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam yang masih asri.
Beberapa destinasi unggulan tersebut antara lain:
Curug Luhur
Air terjun yang menawarkan panorama alam hijau dan suasana sejuk khas pedesaan. Lokasi ini menjadi pilihan wisatawan yang ingin menikmati ketenangan dan keindahan alam.
Batu Panganten
Objek wisata alam yang memiliki daya tarik berupa formasi batuan unik serta panorama yang menarik untuk dijadikan lokasi rekreasi maupun fotografi.
Sungai Cibulaklak
Aliran sungai yang masih alami dengan suasana pedesaan yang memberikan pengalaman wisata berbasis alam dan edukasi lingkungan.
Vila Assabaland
Salah satu destinasi yang cukup dikenal masyarakat sebagai tempat berlibur bersama keluarga dengan pemandangan alam yang menenangkan.
Keempat destinasi tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan sektor pariwisata desa yang berbasis potensi lokal dan keberlanjutan lingkungan.
Penguatan Ekonomi Melalui BUMDes
Perekonomian desa juga didukung oleh keberadaan BUMDes Purwa Binangkit yang berperan dalam mengelola berbagai potensi usaha desa. Kehadiran BUMDes menjadi instrumen penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengelolaan usaha yang lebih terorganisasi dan akuntabel.
Dengan tata kelola yang terus diperkuat, BUMDes diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Enam Dusun, Satu Semangat Membangun
Desa Purwasedar terdiri dari enam dusun dengan karakteristik dan potensi yang beragam:
Dusun Simpenan: 526,1 hektare
Dusun Tangkolo: 284,8 hektare
Dusun Cikeresek: 231,7 hektare
Dusun Cipeteuy: 372,1 hektare
Dusun Cikaret: 261,4 hektare
Dusun Warungwaru: 662 hektare
Keberagaman potensi dari masing-masing dusun menjadi kekuatan tersendiri dalam mendukung pembangunan desa secara menyeluruh.
Menatap Masa Depan
Dengan kekayaan alam, budaya, dan sumber daya masyarakat yang dimiliki, Desa Purwasedar memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai desa wisata dan sentra ekonomi kreatif di wilayah selatan Sukabumi.
Pengembangan Batik Pakidulan, penguatan sektor pariwisata, serta optimalisasi peran BUMDes menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, Purwasedar terus melangkah membangun masa depan yang lebih maju tanpa meninggalkan akar budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitasnya.
Desa Purwasedar bukan sekadar wilayah administratif di pesisir selatan Sukabumi, melainkan ruang tumbuh bagi budaya, pariwisata, dan ekonomi kerakyatan yang bergerak bersama menuju kemajuan. (Opik)***
Editor : M.Nabil

