Top 5 This Week

Related Posts

IPMA Pasangkayu Ultimatum Tambang Galian C: Perbaiki Kerusakan Lingkungan atau Ditutup Paksa

Redaksi.co PASANGKAYU : Ikatan Pelajar Mahasiswa Pasangkayu (IPMA) melayangkan peringatan keras terhadap seluruh pelaku usaha tambang Galian C yang beroperasi di wilayah Kabupaten Pasangkayu. IPMA menilai, aktivitas pengerukan material bumi di daerah tersebut sarat pelanggaran lingkungan dan mengabaikan keselamatan warga sekitar.

Sekretaris IPMA Pasangkayu, Munawir, menegaskan bahwa seluruh pemilik usaha Galian C memiliki kewajiban mutlak untuk memelihara kelestarian alam serta menjamin kesehatan dan kesejahteraan masyarakat lingkar tambang. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan kondisi yang bertolak belakang.

“Praktik di lapangan kuat diduga memperlihatkan kelalaian massal dari pihak perusahaan. Mereka mengeruk keuntungan besar, tetapi meninggalkan kehancuran lingkungan bagi masyarakat,” ujar Munawir berang.

Dampak buruk aktivitas tambang ini paling nyata dirasakan oleh warga Desa Bambakoro. Menurut laporan yang diterima IPMA, masyarakat kini harus berhadapan dengan polusi debu yang mengancam kesehatan pernapasan serta akses jalan yang rusak parah dan bergelombang akibat mobilitas kendaraan berat perusahaan.

Kondisi ini memicu kecurigaan besar bahwa dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) serta Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) milik perusahaan hanya formalitas belaka.

Kami patut mencurigai bahwa pedoman Amdal atau UKL-UPL itu hanya dijadikan pajangan di atas kertas, sama sekali tidak diterapkan dalam aktivitas operasional mereka,” cetus Munawir.

Gerah dengan sikap apatis korporasi dan lambannya respons birokrasi, IPMA Pasangkayu menyatakan siap mengambil langkah radikal. Jika pihak perusahaan tidak segera membenahi prosedur kerjanya, mahasiswa bersama masyarakat mengancam akan turun ke jalan dan menghentikan paksa seluruh aktivitas tambang.

Kami tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas. Jika perusahaan terus lalai dan terbukti menabrak prosedur yang berlaku, kami yang akan turun langsung menutup paksa perusahaan tersebut, bahkan sebelum pemerintah bertindak!” pungkas Munawir dengan nada mengancam. (ZUL)

Popular Articles