Redaksi.co MAMASA : Aroma busuk dugaan korupsi menyengat Desa Salurindu, Kecamatan Buntumalangka, Kabupaten Mamasa. Dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) SIPATUHO dan anggaran Ketahanan Pangan tahun 2025 yang seharusnya menyejahterakan rakyat, kini menjadi sorotan tajam setelah diduga kuat dikelola secara sepihak dan diwarnai deretan proyek “hantu” alias fiktif.
Suhu di desa tersebut mendidih. Kedok pengelolaan anggaran yang gelap dan tidak transparan ini dibongkar oleh warga setempat yang mencium adanya aroma penyimpangan dari hasil musyawarah desa (Musdes).
Fakta mengejutkan diungkapkan oleh seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan. Ia membeberkan bahwa seluruh anggota pengurus BUMDes SIPATUHO memilih walkout dan mundur massal. Pemicunya seksi sekaligus tragis: selama satu tahun penuh, hak insentif mereka diduga disunat dan tidak dibayarkan.
Lebih sadis lagi, Sang Ketua BUMDes dituding sengaja menendang peran pemerintah desa dan mengabaikan rapat anggota.
“Ketua BUMDes mengelola sendiri tanpa musyawarah dengan pemerintah desa maupun anggota. Semua keputusan diambil sendiri,” bisik sumber tersebut dengan nada geram.
Bukan hanya BUMDes, dana program nasional Ketahanan Pangan senilai Rp185 juta yang bersumber dari uang rakyat juga ikut diamputasi.
Awalnya, warga dan pemerintah desa sepakat menaruh harapan pada dua program seksi: peternakan ayam potong dan pengadaan pupuk. Namun di lapangan, kesepakatan itu dikhianati. Anggaran dialihkan sepihak, dan dari total dana, hanya sekitar Rp130 juta yang direalisasikan. Sisanya? Diduga kuat menguap ke dalam proyek-proyek fiktif.
Berikut adalah rincian proyek mencurigakan yang kini menjadi “bola liar” di masyarakat:
* Pembangunan Kios (Rp37.829.000): Anggarannya ada, wujudnya diduga fiktif!
* Budidaya Ikan Nila (Rp17.750.000): Diduga fiktif dan hanya di atas kertas.
* Pembuatan Bak Ikan Nila 1,5 x 2 Meter (Rp9.000.000): Ukuran mini, anggaran maksi, fisik diduga fiktif!
* Pengadaan Herbisida & Pupuk Pertanian: Rp40.259.000
* Pengadaan Bibit Jagung: Rp18.920.000
* Pengadaan Benih Padi: Rp21.240.000
Dugaan borok ini akhirnya meledak dalam rapat pertanggungjawaban yang digelar di Kantor Desa Salurindu, Senin (18/5/2026). Forum yang mulanya biasa berubah menjadi “pengadilan rakyat“.
Diberondong interpelasi dan sorotan tajam dari warga yang menuntut transparansi, Ketua BUMDes SIPATUHO dilaporkan langsung mengambil langkah seribu: menyatakan mundur dari jabatannya di tengah kepungan emosi warga.
Hingga berita ini bombastis diturunkan, Ketua BUMDes SIPATUHO maupun pihak Pemerintah Desa Salurindu masih memilih bungkam seribu bahasa dan belum memberikan konfirmasi resmi.
Kini, bola panas ada di tangan aparat penegak hukum dan auditor. Warga Salurindu mendesak agar tim penindak tipikor segera turun ke lapangan, membongkar brankas desa, dan menyeret aktor utama di balik dugaan konspirasi anggaran ini ke balik jeruji besi. (ZUL)

