Redaksi.co, JAKARTA | Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) BKPRMI 2026 di The Tavia Heritage Hotel mendorong penguatan perlindungan sosial bagi guru ngaji, marbot, dan pekerja masjid di seluruh Indonesia.
Dalam forum yang dihadiri pengurus BKPRMI dari berbagai provinsi, pemerintah, serta mitra strategis itu, dukungan terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi salah satu pembahasan utama.
Agung Nugroho menilai kerja sama BKPRMI dengan BPJS Ketenagakerjaan penting untuk memberikan rasa aman kepada para pekerja keagamaan yang selama ini belum seluruhnya terlindungi.
“Kami berharap seluruh guru ngaji, pekerja masjid, dan marbot bisa mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sehingga mereka merasa aman dan nyaman saat menjalankan tugas pengabdiannya di tengah masyarakat,” ujar Agung usai menghadiri Rapimnas BKPRMI 2026.
Menurutnya, perlindungan sosial merupakan hak dasar seluruh pekerja, baik formal maupun informal. Karena itu, dukungan pembiayaan kepesertaan dapat dilakukan melalui pemerintah daerah, program CSR perusahaan, hingga dana zakat, infak, dan sedekah.
Sementara itu, Azmil Helmi menyampaikan dukungannya terhadap transformasi digital organisasi melalui aplikasi “Gerbang Emas BKPRMI”. Aplikasi tersebut menghadirkan kartu anggota digital berbasis NFT yang terintegrasi dengan berbagai program organisasi.
“Aplikasi ini menjadi langkah awal transformasi digital BKPRMI. Di dalamnya ada kartu anggota digital dan sistem terbuka yang nantinya bisa terhubung dengan berbagai program kerja sama, termasuk perlindungan sosial bersama BPJS,” kata Azmil.
Ia menambahkan, digitalisasi organisasi diharapkan mampu mendukung kemandirian masjid sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru ngaji dan pekerja masjid.
Rapimnas BKPRMI 2026 menghasilkan sejumlah rekomendasi nasional terkait penguatan pemuda masjid, pendidikan Al-Qur’an, perlindungan sosial guru ngaji, serta pemberdayaan ekonomi umat berbasis kolaborasi lintas sektor.



