Redaksi.co, Sukabumi || Desa Tamanjaya menjadi salah satu desa strategis di kawasan selatan Kabupaten Sukabumi yang terus berkembang melalui sektor pariwisata, pertanian, hingga ekonomi kreatif masyarakat. Berada di Kecamatan Ciemas, desa dengan kode pos 43177 ini dikenal sebagai jalur utama menuju kawasan Geopark Ciletuh yang telah menjadi ikon wisata alam Jawa Barat.
Posisi geografis Desa Tamanjaya dinilai sangat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Desa ini berada di kawasan pesisir selatan Sukabumi dan dilalui jalur wisata yang menghubungkan berbagai destinasi unggulan di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat dan mobilitas wisatawan berlangsung cukup aktif, terutama pada akhir pekan maupun musim libur.
Secara administratif, Desa Tamanjaya berbatasan langsung dengan Desa Mekarjaya di sebelah utara, Desa Mekarsakti di sebelah barat, Desa Cibenda di sebelah selatan, serta Desa Waluran di sebelah timur. Wilayah ini terdiri dari beberapa kedusunan dan kampung yang menjadi pusat aktivitas sosial, ekonomi, dan pelayanan masyarakat.

Selain dikenal sebagai kawasan penyangga wisata, Desa Tamanjaya juga memiliki karakter masyarakat yang masih kuat menjaga budaya gotong royong serta kearifan lokal dalam pengelolaan potensi desa. Kehidupan masyarakat di desa ini sebagian besar ditopang oleh sektor pertanian, perikanan, perdagangan kecil, jasa wisata, hingga usaha kreatif rumahan.
Gerbang Aktivitas Wisata Geopark Ciletuh
Nama Desa Tamanjaya tidak dapat dipisahkan dari perkembangan kawasan wisata Geopark Ciletuh. Desa ini menjadi salah satu titik persinggahan wisatawan yang datang menuju sejumlah destinasi alam di wilayah Ciemas dan sekitarnya.
Salah satu lokasi yang paling dikenal ialah Panenjoan Geopark Ciletuh. Tempat ini menjadi ikon wisata alam karena menawarkan panorama bentang alam Geopark Ciletuh dari ketinggian. Dari lokasi tersebut, wisatawan dapat menikmati pemandangan perbukitan hijau, hamparan sawah, aliran sungai, hingga garis pantai selatan Sukabumi.
Panenjoan juga kerap menjadi lokasi favorit wisatawan untuk menikmati matahari terbit maupun matahari terbenam. Keindahan lanskap alam yang unik membuat kawasan ini sering dijadikan titik fotografi wisata alam oleh pengunjung domestik maupun luar daerah.
Selain Panenjoan, Desa Tamanjaya juga memiliki destinasi unggulan lainnya yaitu Curug Awang. Air terjun ini dikenal memiliki karakter aliran air yang lebar dan deras sehingga sering disebut sebagai “Niagara Mini” dari Sukabumi selatan.
Curug Awang menjadi salah satu destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan karena aksesnya cukup mudah dijangkau dari jalur utama wisata Ciletuh. Pada musim penghujan, debit air terjun meningkat sehingga menghadirkan panorama alam yang lebih dramatis.
Kehadiran berbagai destinasi wisata tersebut memberikan dampak terhadap tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah warga memanfaatkan peluang dengan membuka usaha kuliner, penginapan sederhana, jasa pemandu wisata, hingga perdagangan produk lokal.
Pertanian dan Mina Wisata Jadi Penopang Ekonomi
Di luar sektor wisata, masyarakat Desa Tamanjaya juga masih mengandalkan sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama. Lahan pertanian yang cukup luas dimanfaatkan masyarakat untuk bercocok tanam berbagai komoditas pertanian yang mendukung kebutuhan ekonomi keluarga.
Kondisi geografis desa yang berada di kawasan pesisir dan perbukitan juga memungkinkan berkembangnya sektor perikanan dan mina wisata. Potensi tersebut mulai dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis lokal yang memanfaatkan sumber daya alam sekitar.
Aktivitas mina wisata tidak hanya berorientasi pada produksi perikanan, tetapi juga diarahkan menjadi bagian dari daya tarik wisata edukasi dan wisata berbasis alam. Langkah tersebut dinilai dapat memperluas peluang ekonomi masyarakat desa di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan Geopark Ciletuh.
Selain pertanian dan perikanan, masyarakat juga mulai mengembangkan sektor ekonomi kreatif seperti seni ukir dan kerajinan tangan. Produk kerajinan lokal menjadi salah satu potensi yang terus didorong untuk memiliki nilai tambah ekonomi sekaligus memperkenalkan identitas budaya masyarakat setempat.
Pembangunan Infrastruktur dan Penataan Kawasan
Sebagai desa yang berkembang di kawasan wisata, Pemerintah Desa Tamanjaya terus melakukan berbagai pembenahan pembangunan infrastruktur. Salah satu langkah yang dilakukan yakni penataan lingkungan desa dan pemasangan papan penunjuk arah menuju kedusunan maupun kampung.
Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan akses masyarakat dan wisatawan yang datang ke wilayah desa. Penataan kawasan dinilai penting karena Desa Tamanjaya menjadi salah satu jalur lintasan utama menuju berbagai titik wisata di kawasan Ciletuh.
Selain itu, pembangunan infrastruktur dasar juga terus dilakukan guna menunjang pelayanan publik dan aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah desa bersama masyarakat berupaya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan, mengingat wilayah tersebut merupakan bagian dari kawasan geopark yang memiliki nilai konservasi alam.
Mendorong Pembangunan Berbasis Potensi Lokal
Pemerintahan Desa Tamanjaya saat ini dipimpin oleh Kepala Desa Utis Sutisna. Pemerintah desa mendorong pembangunan yang berfokus pada penguatan potensi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Konsep pembangunan desa diarahkan agar sektor wisata, pertanian, dan ekonomi kreatif dapat berkembang secara berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Selain itu, pengembangan desa juga dilakukan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan karakter kawasan Geopark Ciletuh.
Dengan posisi strategis, kekayaan alam yang dimiliki, serta potensi ekonomi masyarakat yang terus berkembang, Desa Tamanjaya kini menjadi salah satu desa yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan kawasan wisata dan ekonomi di pesisir selatan Sukabumi. (Opik)***
Editor : UJ

