Top 5 This Week

Related Posts

Predator Seksual Anak Mengancam Mamasa, Kopri PMII Minta Hukum Bertindak Tegas

Redaksi.co MAMASA : Kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur yang mengguncang Kabupaten Mamasa memantik kemarahan publik. Kali ini, giliran Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) Cabang Mamasa yang angkat suara dengan nada keras dan tanpa kompromi terhadap pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

Ketua Kopri PMII Mamasa, Nur Asri, menegaskan bahwa pelaku kekerasan seksual terhadap anak harus dihukum seberat-beratnya. Menurutnya, tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan kejahatan kemanusiaan yang merusak masa depan generasi muda.

Ini bukan sekadar khilaf, ini adalah kejahatan kemanusiaan. Pelaku bertindak atas nafsu yang merusak masa depan generasi kita. Kami menuntut hukuman seberat-beratnya tanpa celah untuk diringankan,” tegas Nur Asri dalam pernyataannya.

Kopri PMII Mamasa juga mendesak aparat penegak hukum agar tidak bermain-main dalam menangani perkara tersebut. Mereka meminta proses hukum dilakukan secara terbuka, transparan, dan tanpa intervensi pihak manapun.

Tak hanya itu, organisasi perempuan PMII tersebut bahkan meminta perhatian langsung dari Jaksa Agung RI agar kasus yang melibatkan korban anak tidak mandek atau melemah di tingkat lokal.

Dalam sikap resminya, Kopri PMII Mamasa menyampaikan sejumlah tuntutan keras, di antaranya:

* Mendesak hukuman maksimal bagi pelaku sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak.

* Meminta pengawasan ketat dari Kejaksaan agar proses hukum berjalan transparan.

* Menilai tindakan pelaku telah mencederai nilai adat, budaya, dan moral masyarakat Mamasa.

* Mendesak perlindungan psikologis bagi korban agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.

Menurut Nur Asri, dampak kekerasan seksual terhadap anak tidak hanya menghancurkan korban secara mental, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda di Mamasa.

Kita tidak ingin generasi Mamasa dinodai oleh perilaku bejat seperti ini. Jika hukum lemah, predator lain akan merasa bebas berkeliaran. Kami tidak akan diam sampai keadilan benar-benar ditegakkan,” ujarnya.

Pernyataan keras Kopri PMII Mamasa ini langsung menjadi sorotan dan memantik dukungan publik agar aparat penegak hukum bertindak cepat serta tegas terhadap pelaku kekerasan seksual anak. (ZUL)

Popular Articles