Redaksi.co MAMUJU : Desakan keras kembali dilontarkan oleh Gerakan Vendetta terkait janji bantuan kapal bagi pelajar di wilayah Karampuang. Hingga kini, organisasi tersebut menilai tidak ada sedikit pun respons dari Komisi III DPRD Kabupaten Mamuju, yang dianggap mengabaikan kebutuhan vital dunia pendidikan di daerah kepulauan tersebut.
Salah satu aktivis Gerakan Vendetta, Fergiawan Rai Zacky, menyatakan kekecewaan mendalam atas lambannya realisasi janji bantuan fasilitas transportasi laut bagi pelajar. Menurutnya, pendidikan merupakan kebutuhan utama negara yang seharusnya menjadi prioritas, terutama bagi siswa di wilayah terpencil yang bergantung pada akses laut untuk bersekolah.
“Kami sudah cukup sabar menunggu keputusan dari pihak Komisi III DPRD. Bahkan salah satu anggotanya telah berjanji dan membuat surat pernyataan untuk membantu pengadaan kapal. Namun sampai hari ini, itu hanya menjadi janji palsu,” tegas Fergiawan dengan nada keras.
Ia menilai sikap diam tersebut mencerminkan seolah-olah dunia pendidikan tidak dianggap penting di Kabupaten Mamuju. Padahal, menurutnya, pemenuhan fasilitas pendidikan yang layak merupakan langkah strategis untuk membawa perubahan bagi generasi masa depan, khususnya pelajar di Karampuang yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
Gerakan Vendetta juga mengultimatum bahwa jika tidak ada respons dalam waktu dekat, mereka akan kembali turun ke jalan. Aksi lanjutan disebut akan dilakukan dengan mengibarkan bendera perlawanan sebagai bentuk protes terhadap apa yang mereka sebut sebagai pengabaian terhadap generasi muda Karampuang.
“Kami akan kembali menyuarakan perlawanan. Anak-anak Karampuang tidak boleh terus dianaktirikan dalam dunia pendidikan,” pungkas Fergiawan. (ZUL)







