Jakarta, Redaksi.Co – Rabu (1/4/2026), kawasan XXI Episentrum Kuningan, Jakarta Selatan, mendadak diselimuti aura berbeda, Bukan sekadar peluncuran film biasa, konferensi pers “Warung Pocong” justru menghadirkan pengalaman yang terasa seperti masuk ke dalam cerita itu sendiri—perpaduan rasa penasaran, tegang, sekaligus mengundang tawa.
Sejak awal acara dimulai, atmosfer yang dibangun sudah terasa unik,Dekorasi bernuansa warung tradisional dengan sentuhan mistis seolah membawa para tamu ke sebuah tempat yang akrab, namun menyimpan rahasia tak terduga, Inilah gambaran kuat dari film “Warung Pocong”, yang akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 April 2026.
Film produksi Entelekey Media Indonesia bersama Tiger Pictures ini mengusung pendekatan berbeda dalam genre horor, Tidak melulu mengandalkan jumpscare, film ini justru bermain pada situasi sehari-hari yang terasa dekat dengan masyarakat, lalu dipelintir menjadi pengalaman yang ganjil dan tak terjelaskan.
Penulis naskah Richyana dan Evely Afnilla menghadirkan cerita yang sederhana namun penuh lapisan, Warung yang biasanya menjadi tempat singgah untuk sekadar makan atau berbincang, di tangan mereka berubah menjadi ruang penuh misteri—tempat di mana batas antara dunia nyata dan tak kasat mata menjadi kabur.
Sutradara BendoLt mengungkapkan bahwa kekuatan utama film ini ada pada “rasa dekat” yang dibangun sejak awal,“Penonton tidak sedang diajak ke tempat asing, justru ke tempat yang sangat familiar,Tapi ketika hal aneh mulai muncul, di situlah rasa tidak nyaman berubah jadi pengalaman yang seru,” jelasnya.
Dari sisi produksi, Eko Supriyanto sebagai produser menekankan bahwa kualitas visual dan penguatan karakter menjadi prioritas utama, Ia ingin memastikan bahwa penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga terhubung secara emosional dengan cerita yang disajikan.
Deretan pemain seperti Fajar Nugraha, Dinda Kirana, Rizal Perdana, Maya Wulan, dan Teguh Santoso turut memberi warna kuat dalam film ini,Masing-masing karakter hadir dengan latar belakang unik, menciptakan interaksi yang tak terduga di dalam “warung” yang menjadi pusat cerita.
Menariknya, cuplikan eksklusif yang diputar dalam acara tersebut berhasil menciptakan reaksi spontan dari para tamu undangan.
Dalam satu adegan, suasana tegang tiba-tiba pecah oleh dialog jenaka yang justru memperkuat daya tarik film ini—membuat penonton tertawa di tengah rasa takut.
Fenomena ini menjadi bukti bahwa “Warung Pocong” tidak hanya mengandalkan elemen horor semata, tetapi juga cerdas dalam memainkan ritme emosi penonton.
Dengan konsep yang tidak biasa, pendekatan cerita yang membumi, serta eksekusi yang berani, film ini diprediksi akan menjadi salah satu tontonan paling mencuri perhatian di bulan April.
Kini pertanyaannya sederhana namun menggoda:
Jika sebuah warung yang tampak biasa ternyata menyimpan rahasia besar—apakah Anda berani mampir?
Jawabannya bisa Anda temukan mulai 9 April 2026, di bioskop seluruh Indonesia,Jangan sampai ketinggalan sensasi horor yang tak hanya membuat merinding, tetapi juga meninggalkan senyum di wajah Anda.







