Redaksi.co MAMASA : Distribusi BBM bersubsidi makin tercoreng. SPBU 76.913.02 Mala’bo di Kecamatan Tandukalua, Kabupaten Mamasa, disorot setelah muncul dugaan kuat praktik pengisian BBM menggunakan jerigen dalam skala besar. Pemandangan di lokasi disebut mencolok, deretan mobil membawa puluhan jerigen mengular panjang, seolah praktik tersebut menjadi aktivitas “normal” yang dibiarkan berlangsung tanpa hambatan.
BBM subsidi jenis Solar dan Pertalite yang seharusnya dinikmati masyarakat luas dilaporkan cepat habis. Dugaan mengarah pada penyedotan oleh oknum tertentu, sehingga warga kecil kembali menjadi korban. Mereka terpaksa membeli BBM dari pengecer dengan harga jauh di atas ketentuan pemerintah. Situasi ini memicu kemarahan publik dan menimbulkan pertanyaan besar soal pengawasan.
Anggota LSM KPK RI, Anser, mengecam keras dugaan tersebut. Ia menilai pembiaran pengisian jerigen dalam jumlah besar merupakan bentuk kegagalan pengawasan yang merugikan rakyat. Menurutnya, praktik ini tidak mungkin berlangsung lama tanpa adanya kelonggaran dari pihak terkait.
Sorotan tajam juga diarahkan kepada Polres Mamasa. Anser menduga ada pembiaran terhadap praktik yang berlangsung, bahkan menyinggung kemungkinan “main mata” antara pihak SPBU dan aparat. Dugaan ini semakin menguat karena aktivitas pengisian jerigen disebut masih terus terjadi hingga saat ini.

“Ini sangat memprihatinkan. BBM subsidi yang seharusnya untuk masyarakat justru habis karena diduga disalahgunakan. Rakyat dipaksa membeli dengan harga mahal di luar SPBU,” tegas Anser.
Ia mendesak langkah tegas dari Polda Sulawesi Barat dan Mabes Polri untuk segera turun tangan. Selain itu, pengawasan ketat juga diminta dari BPH Migas agar dugaan praktik ilegal tersebut diusut hingga tuntas.
Jika tidak segera ditindak, praktik ini dikhawatirkan terus menggerogoti jatah subsidi negara, sementara masyarakat kecil harus menanggung dampaknya. Tekanan publik kini semakin kuat, aparat diminta bergerak, bukan sekadar menonton. (ZUL)







