Antrian Jergen Mengular di SPBU Mala’bo, BBM Subsidi Ludes Diduga Dikuasai Oknum

0
18

Redaksi.co MAMASA : Praktik mencurigakan kembali mencoreng distribusi BBM bersubsidi. SPBU 76.913.02 Mala’bo di Kecamatan Tandukalua, Kabupaten Mamasa, diduga kuat melayani pengisian BBM menggunakan jergen dalam skala besar. Pemandangan tak biasa terlihat di lokasi: deretan mobil membawa puluhan jergen mengantre panjang, seolah aktivitas ini menjadi praktik yang “lumrah” dan dibiarkan.

Situasi ini memicu kemarahan publik. Pasalnya, BBM subsidi jenis Solar dan Pertalite yang seharusnya dinikmati masyarakat luas justru cepat habis, diduga disedot oleh oknum untuk kepentingan tertentu. Akibatnya, warga kecil kembali menjadi pihak yang paling dirugikan, dipaksa membeli BBM dari pengecer dengan harga yang jauh lebih tinggi dari ketentuan pemerintah.

Salah satu anggota LSM KPK RI, Anser, mengecam keras dugaan praktik tersebut. Ia menilai pembiaran pengisian jergen dalam jumlah besar adalah bentuk kegagalan pengawasan yang merugikan rakyat.

“Ini sangat memprihatinkan. BBM subsidi yang seharusnya untuk masyarakat justru habis karena diduga disalahgunakan. Rakyat dipaksa membeli dengan harga mahal di luar SPBU,” tegas Anser.

Lebih jauh, Anser mendesak aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam. Ia meminta langkah tegas dari Polres Mamasa, Polda Sulawesi Barat hingga Mabes Polri, serta pengawasan ketat dari BPH Migas untuk segera turun tangan mengusut dugaan praktik ilegal tersebut.

Jika terbukti, praktik pengisian jergen skala besar ini bukan sekadar pelanggaran aturan, melainkan berpotensi menjadi bagian dari rantai distribusi ilegal BBM subsidi yang selama ini merugikan negara dan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU Mala’bo terkait dugaan tersebut. Namun satu hal yang pasti, masyarakat kini menunggu: apakah hukum akan benar-benar ditegakkan, atau praktik “mafia BBM” akan terus dibiarkan hidup di depan mata? (ZUL)