“1810 Personel Dikerahkan, Jakarta Dijaga Tanpa Celah di Malam Takbiran 2026”

0
9

JAKARTA, Redaksi.co – Menjelang malam takbiran Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, jajaran Polda Metro Jaya menyiapkan pengamanan berskala besar dengan menerjunkan 1.810 personel di seluruh titik strategis ibu kota, Langkah ini dilakukan untuk memastikan suasana tetap aman, tertib, dan kondusif di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.

Dari total kekuatan tersebut, sebanyak 1.759 personel berasal dari satuan Polda Metro Jaya, sementara 51 lainnya merupakan dukungan dari jajaran Polres.

Pengamanan ini dirancang sebagai bagian dari strategi terpadu dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas di malam yang identik dengan aktivitas tinggi warga.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menegaskan bahwa malam takbiran menjadi salah satu momen krusial yang membutuhkan perhatian penuh dari aparat keamanan.

“Ini adalah malam yang sakral sekaligus rawan terhadap potensi gangguan Karena itu, pengamanan dilakukan secara maksimal agar masyarakat bisa merayakan dengan rasa aman dan nyaman,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).

Penggelaran personel dilakukan dengan pola sektoral yang terukur, Kawasan Monumen Nasional (Monas) menjadi salah satu fokus utama dengan pembagian sektor A dan B, sementara titik ikonik Bundaran HI mendapatkan perhatian khusus dengan jumlah personel terbesar, Selain itu ratusan petugas juga difokuskan untuk pengamanan kamseltibcarlantas guna menjaga stabilitas lalu lintas.

Sejumlah titik vital yang menjadi prioritas pengamanan meliputi:

* kawasan Harmoni,
* Jalan Veteran
* sekitar Kedutaan Besar Amerika Serikat
* Medan Merdeka Barat
* hingga koridor strategis Sudirman–Thamrin.
* Wilayah Dukuh Atas
* Kebon Sirih dan Sarinah juga masuk dalam pengawasan ketat aparat.

Tak hanya penjagaan statis, rekayasa lalu lintas turut disiapkan secara situasional, Aparat akan melakukan pengaturan arus kendaraan secara dinamis untuk mengurai potensi kepadatan yang biasa terjadi saat malam takbiran.

Selain itu, petugas kamseltibcarlantas disiagakan penuh untuk menjalankan fungsi pengaturan, penjagaan, hingga penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Dalam imbauannya, Budi mengajak masyarakat untuk merayakan malam takbiran dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab,Ia menegaskan agar warga tidak melakukan konvoi, arak-arakan, maupun aktivitas berisiko lainnya seperti menyalakan petasan dan kebut-kebutan,
“Rayakan dengan khidmat Hindari hal-hal yang bisa memicu gangguan keamanan, Ikuti arahan petugas demi kebaikan bersama,” tegasnya.

Dengan kekuatan penuh aparat serta partisipasi aktif masyarakat, malam takbiran di Jakarta diharapkan berlangsung damai, penuh makna, dan mencerminkan semangat kebersamaan tanpa gangguan berarti.