Aceh Barat.Redaksi.Co
Dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri, Akademi Kehidupan Qur’ani (AKQ) kembali menyalurkan bantuan berupa parcel dan THR kepada saudara-saudara disabilitas yang hidup dalam kondisi fakir serta jarang mendapatkan perhatian.
Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi bersama JPA sebagai bentuk sinergi kepedulian dan komitmen bersama dalam mendukung program kemanusiaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Pembina AKQ, Ustadz Syamsul Kamal, menyampaikan bahwa gerakan berbagi ini tidak dibangun atas dasar mengejar kuantitas, melainkan kebermanfaatan yang nyata.
“Kami melangkah dengan kemampuan yang Allah titipkan. Kami tidak mengejar banyaknya jumlah bantuan, tetapi memastikan bahwa yang sedikit itu benar-benar sampai kepada yang paling membutuhkan. Fokus kami adalah efektivitas dan keberlanjutan, bukan sekadar angka.”kata Ustad Syamsul Kamal dalam rilisnya kepada media ini Selasa 17/3/2026 malam.
Menurut beliau, keberkahan bukan terletak pada besar kecilnya bantuan, tetapi pada ketulusan niat serta dampak yang benar-benar dirasakan oleh penerima.
Sementara itu, Bunda Khidmah AKQ, Irma Fitri, Amd, selaku koordinator pelaksana kegiatan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jamaah AKQ yang telah berkontribusi dalam kegiatan berbagi tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jamaah AKQ yang telah menyisihkan rezekinya. Semoga setiap kontribusi menjadi amal jariyah dan menghadirkan keberkahan dalam kehidupan masing-masing.”
Turut terlibat langsung dalam penyerahan santunan, Bunda Hikmah AKQ, Ermaini, S.E., menyampaikan bahwa ke depan AKQ akan mengajak jamaah melakukan asesmen secara lebih sistematis terhadap fakir miskin yang benar-benar membutuhkan perhatian.
“Walaupun saat ini kita belum mampu membantu semua, minimal kita memiliki data dan pemetaan yang akurat. Dengan database yang baik, insyaAllah bantuan ke depan akan lebih tepat sasaran dan terarah.”ujarnya
Ia berharap, seiring bertambahnya jamaah AKQ serta semakin luasnya jaringan mitra yang bersedia bersinergi, kemampuan program kemanusiaan ini dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak pihak yang membutuhkan.
Di sisi lain, Bunda Imarah AKQ, Supiani, mengingatkan seluruh jamaah untuk tetap konsisten menjaga gerakan sederhana yang selama ini menjadi ciri khas AKQ, yakni menyisihkan segenggam beras setiap kali memasak.
“Gerakan segenggam beras ini sederhana, tetapi jika dilakukan bersama dan istiqamah, insyaAllah akan menjadi kekuatan besar. Kami mengajak seluruh jamaah untuk terus konsisten, agar bulan depan kita dapat kembali menyalurkan bantuan seperti biasa.” ucapnya
Menurutnya, keberlanjutan program bukan bergantung pada besarnya donasi, melainkan pada komitmen bersama dan kedisiplinan jamaah dalam menjaga gerakan kecil tersebut.
AKQ menegaskan komitmennya untuk terus bergerak sesuai kemampuan, menjaga efektivitas, serta membangun kolaborasi yang sehat dan berkesinambungan.
Karena bagi AKQ, kebaikan tidak selalu harus besar untuk berarti.
Yang terpenting adalah hadirnya manfaat yang nyata bagi mereka yang selama ini jarang tersentuh perhatian ****







