Bazar Ramadan ICMI Fakfak Beri Dampak Nyata, UMKM Raup Ratusan Ribu per Hari

0
60

Fakfak, Redaksi.co – Pelaksanaan bazar Ramadan dan pasar murah yang digelar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Fakfak bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Fakfak bukan sekadar kegiatan musiman. Di balik hiruk pikuk transaksi dan ramainya pengunjung di Ruang Terbuka Hijau (RTH), tersimpan cerita tentang geliat ekonomi masyarakat kecil yang mulai tumbuh dan bergerak.

Selama hampir empat minggu, sejak 23 Februari hingga 16 Maret 2025, kawasan RTH disulap menjadi “Kampung Ramadan”, sebuah ruang interaksi ekonomi dan sosial yang mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat. Bagi para pelaku usaha kecil, momen ini bukan hanya soal berjualan, tetapi juga tentang kesempatan, jaringan, dan harapan.

Salah satu pelaku UMKM, Faradila Inaya, merasakan langsung dampak positif dari kegiatan tersebut. Ia mengaku bahwa keikutsertaan dalam bazar Ramadan memberikan peningkatan signifikan terhadap penghasilan hariannya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk berpartisipasi. Alhamdulillah, omzet kami per hari bisa mencapai Rp600 ribu hingga Rp700 ribu,” ujarnya.

Menurut Faradila, keberadaan bazar Ramadan ini tidak hanya membantu dari sisi penjualan, tetapi juga mempermudah koordinasi antar pelaku UMKM. Melalui sistem komunikasi yang terbangun, para pelaku usaha dapat saling terhubung, berbagi informasi, hingga mengakses kebutuhan barang dagangan.

Namun di balik capaian tersebut, masih ada harapan yang ingin diwujudkan. Faradila menyampaikan bahwa ke depan para pelaku UMKM membutuhkan fasilitas yang lebih layak dan terorganisir.

“Kami berharap ke depan bisa disediakan satu ruangan khusus agar kami semua dapat berkumpul dan beraktivitas dengan lebih nyaman,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pelaku UMKM lainnya, Nining Iha. Ia menilai kegiatan bazar Ramadan ini berjalan dengan baik dan mampu memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi pedagang, tetapi juga masyarakat sebagai konsumen.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar hingga selesai. Kurang lebih 100 sampai 500 peserta dapat terlayani, dan ini tentu menjadi hal yang patut kita syukuri bersama,” ungkapnya.

Bagi Nining, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara organisasi, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan dampak nyata. Ia pun berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, tetapi bisa terus dikembangkan dengan perencanaan yang lebih matang.

“Semoga ke depan kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun, dengan persiapan yang lebih baik serta dukungan yang lebih besar bagi pelaku UMKM,” tuturnya.

Lebih jauh, para pelaku UMKM berharap adanya kesinambungan program yang tidak hanya hadir saat Ramadan, tetapi juga berlanjut di luar momen tersebut. Mereka menginginkan ruang-ruang ekonomi seperti ini dapat menjadi wadah permanen untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing.

Bazar Ramadan yang dikonsep sebagai “Kampung Ramadan” ini pada akhirnya tidak hanya menjadi pusat aktivitas jual beli, tetapi juga menjadi simbol pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat. Kehadirannya membuka peluang, menguatkan pelaku usaha kecil, dan menghadirkan optimisme baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Fakfak.