Jelang Idul Fitri, Pemkab Mamuju Gelar Gerakan Pangan Murah: Bukti Nyata “Mamuju Keren” Menjinakkan Inflasi

0
9

Redaksi.co MAMUJU : Menjelang Hari Raya Idul Fitri, lonjakan harga bahan pokok kerap menjadi kekhawatiran masyarakat. Namun Pemerintah Kabupaten Mamuju mengambil langkah cepat dan tegas untuk memastikan daya beli warga tetap terjaga. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar pada 13–14 Maret 2026 di Lapangan Ahmad Kirang, pemerintah daerah menunjukkan komitmennya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus melindungi masyarakat dari gejolak pasar.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Sitti Sutinah Suhardi untuk meredam potensi inflasi yang biasanya meningkat menjelang Lebaran. Ribuan warga tampak memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju, Muhammad Yusuf, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pasar murah biasa, melainkan bagian dari strategi kebijakan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, stabilitas harga pangan tidak hanya soal angka inflasi, tetapi juga menjadi ukuran keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, terutama kelompok ekonomi kecil yang paling rentan terhadap lonjakan harga.

Pemerintah tidak boleh hanya menjadi penonton ketika harga pangan melonjak. Negara harus hadir memastikan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pokoknya,” ujarnya.

Gerakan Pangan Murah ini juga menjadi manifestasi dari visi pembangunan daerah “Mamuju Keren”—Kreatif, Edukatif, Ramah, Energik, dan Nyaman. Nilai “Nyaman” diterjemahkan melalui jaminan ketersediaan bahan pangan dengan harga yang stabil, sehingga masyarakat tidak dihantui kekhawatiran akan mahalnya kebutuhan pokok menjelang hari raya.

Langkah ini sekaligus sejalan dengan arahan Tito Karnavian yang mendorong pemerintah daerah melakukan langkah konkret untuk mengendalikan inflasi serta mengantisipasi dampak perubahan iklim dan fenomena El Nino terhadap ketersediaan pangan nasional.

Namun bagi Pemerintah Kabupaten Mamuju, kebijakan pusat tersebut tidak berhenti pada instruksi administratif. Pemerintah daerah mengambil peran aktif sebagai intervensi pasar, memotong rantai distribusi yang terlalu panjang dan menekan potensi spekulasi harga di tingkat pedagang.

Sebagai bentuk keseriusan, Bupati Mamuju bersama jajaran pemerintah daerah bahkan turun langsung meninjau kondisi harga di Pasar Lama Mamuju, berdialog dengan pedagang serta memastikan ketersediaan bahan pokok tetap stabil di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang Lebaran.

Dalam upaya menjaga stabilitas tersebut, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Mamuju bergerak secara terpadu. Setiap organisasi perangkat daerah mengambil peran sesuai bidangnya, termasuk Dinas Kelautan dan Perikanan yang memastikan pasokan ikan sebagai sumber protein masyarakat tetap tersedia dengan harga terjangkau.

Ke depan, sektor perikanan akan terus diperkuat melalui peningkatan produksi lokal, penguatan kelompok usaha perikanan, serta perbaikan sistem distribusi hasil tangkap dan budidaya agar pasokan pangan laut tetap stabil di pasar.

Gerakan Pangan Murah ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah tidak akan memberi ruang bagi praktik spekulasi harga yang merugikan masyarakat.

Bagi Pemerintah Kabupaten Mamuju, keberhasilan menjaga stabilitas harga pangan menjelang Idul Fitri adalah bukti bahwa birokrasi daerah terus bertransformasi menjadi birokrasi yang responsif, solutif, dan hadir di tengah rakyat.

Visi “Mamuju Keren” tidak berhenti sebagai slogan pembangunan. Ia diwujudkan melalui kebijakan nyata yang memperkuat ketahanan pangan daerah, menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, serta membangun sinergi lintas sektor demi kesejahteraan warga.

Dengan langkah-langkah tersebut, masyarakat Mamuju dapat menyambut Idul Fitri dengan lebih tenang, karena dapur tetap mengepul, harga tetap terkendali, dan pemerintah benar-benar hadir untuk rakyat. (ZUL)