Jelang Hari Raya Bupati Tarmizi Serahkan Kunci Huntara Kepada Masyarakat Korban Bencana

0
11

Aceh Barat.Redaksi.co
Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM menyerahkan kunci rumah hunian sementara (huntara) kepada masyarakat korban bencana hidrometeorologi di Gampong Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Selasa 10/3/2026

Penyerahan tersebut turut disaksikan unsur Forkopimda serta para kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.

Sebanyak enam unit hunian sementara lengkap dengan fasilitas pendukung diserahkan kepada warga terdampak bencana. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan sembako guna membantu kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan.

Bupati Tarmizi mengatakan, hunian sementara tersebut akan ditempati warga sambil menunggu proses pembangunan hunian tetap (huntap) yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Untuk sementara masyarakat akan menempati huntara ini sambil menunggu pembangunan huntap. Kami juga memastikan bantuan sembako bagi masyarakat tetap diperhatikan,” ujar Tarmizi.

Ia menjelaskan, pembangunan huntara di beberapa wilayah lain seperti di Gampong Lawet mengalami sedikit keterlambatan akibat faktor teknis, terutama terkait ketersediaan listrik dan distribusi material.

Menurutnya, akses menuju wilayah tersebut cukup sulit karena harus melewati jembatan gantung yang hanya dapat dilalui sepeda motor. Sementara kendaraan roda empat harus memutar melalui jalur yang lebih jauh.
“Huntara di Lawet sedikit terlambat karena kendala teknis dan akses distribusi material. Untuk menuju lokasi harus melewati jembatan gantung yang hanya bisa dilalui sepeda motor,” jelasnya.

Tarmizi berharap, keberadaan hunian sementara yang dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut dapat memberikan tempat tinggal yang layak bagi warga terdampak, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Kita berharap masyarakat sudah memiliki tempat tinggal sementara yang layak sebelum Lebaran,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa sebanyak 49 unit hunian telah direncanakan dalam program penanganan pascabencana tersebut, sementara dana penanganan juga telah disalurkan. Pemerintah daerah juga terus mendorong percepatan pembangunan huntap oleh pemerintah pusat.

Selain itu, Pemkab Aceh Barat juga mengusulkan program penguatan kebun dan pembangunan tanggul pengaman dengan nilai usulan mencapai Rp200 miliar guna mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan, mengingat potensi bencana hidrometeorologi masih dapat terjadi.

“Ketika hujan turun, masyarakat harus tetap waspada. Walaupun kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana sudah cukup terlatih, namun kewaspadaan tetap diperlukan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga akan melakukan pendataan ulang lahan persawahan, termasuk kemungkinan pencetakan sawah baru serta pembangunan tanggul pengaman guna melindungi lahan pertanian masyarakat.

Dalam penanganan bencana ini, kata Tarmizi, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta tim PLN sangat penting untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

“Kolaborasi semua pihak sangat membantu, mulai dari penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana,” pungkasnya ****