Ritual Gelap di Balik Pesta Desa, Film Horor “Hajatan Setan” Siap Guncang Bioskop Indonesia

0
5

Jakarta, Redaksi.Co – Industri film horor Tanah Air kembali memanaskan persaingan layar lebar dengan hadirnya karya terbaru berjudul Hajatan Setan. Film yang diproduksi oleh MBK Productions bersama Drias Film dan didistribusikan secara internasional oleh Mockingbird Pictures ini digadang-gadang menjadi salah satu film horor paling mencuri perhatian tahun 2026.

Mengangkat kisah ritual desa yang penuh misteri dan rahasia turun-temurun, Hajatan Setan tidak hanya menawarkan teror supranatural, tetapi juga menghadirkan konflik sosial yang kuat di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.

Film ini diproduseri oleh Budi Yulianto sebagai produser eksekutif dan Rendy Gunawan sebagai produser, Sementara itu kursi sutradara dipercayakan kepada Bambang Drias bersama Eko Kristianto, Untuk penggarapan cerita, tim penulis yang terdiri dari Andhy Pulung, B.W. Purba Negara, Vidya T, Ariestya, serta Novia Anggi meramu naskah dengan pendekatan folk horror yang kental dengan nuansa budaya lokal.

Hajatan Setan menampilkan deretan aktor dan aktris ternama yang memberikan warna kuat pada film ini, di antaranya Ari Irham, Alika Jantinia, Gisellma Firmansyah, Tanta Ginting, Indra Birowo, Asri Welas, Bima Zeno, Karina Suwandi, hingga Sita Permata Sari.

Cerita film ini berpusat pada kepulangan seorang perempuan muda ke desa tempat ia dilahirkan setelah bertahun-tahun meninggalkan kampung halaman. Namun, kepulangan tersebut justru membuka tabir masa lalu yang selama ini tersembunyi.

Peristiwa demi peristiwa aneh mulai terjadi di desa tersebut, Warga yang sebelumnya hidup damai perlahan diliputi ketakutan dan kecurigaan. Tradisi hajatan yang selama ini dianggap membawa kemakmuran bagi desa, perlahan memperlihatkan sisi gelap yang tak pernah terungkap.

Aktris Asri Welas mengaku merasakan pengalaman berbeda selama terlibat dalam proyek film ini, Menurutnya, naskah Hajatan Setan memberikan sensasi horor yang tidak hanya menakutkan, tetapi juga menyentuh sisi psikologis.

“Saya langsung merinding saat pertama membaca naskahnya, Judulnya saja sudah terasa menyeramkan, Hajatan biasanya identik dengan kebahagiaan, tapi di film ini justru menjadi sumber teror,” ujarnya.

Sementara itu, Ari Irham menilai kekuatan utama film ini terletak pada kedekatan cerita dengan realitas sosial yang sering terjadi di masyarakat.

“Horornya terasa sangat dekat dengan kehidupan kita. Ada tekanan sosial, trauma masa lalu, dan konflik batin yang membuat cerita ini terasa lebih nyata,” kata Ari.

Ia menambahkan bahwa konsep cerita Hajatan Setan berangkat dari pertanyaan sederhana namun mendalam tentang makna di balik sebuah tradisi yang selama ini dipercaya membawa berkah bagi masyarakat.

Tim produksi juga menegaskan bahwa film ini dirancang dengan pendekatan realistis agar penonton dapat merasakan atmosfer mencekam yang lebih kuat.

“Kami ingin penonton merasa bahwa kisah ini bisa saja terjadi di sekitar mereka. Ketika sebuah tradisi dipercaya membawa kemakmuran, tetapi ada pengorbanan di baliknya, di situlah kengerian yang sesungguhnya muncul,” ungkap pihak produksi.

Dengan balutan atmosfer desa yang penuh misteri, ritual mistis yang menegangkan, serta konflik emosional para karakternya, Hajatan Setan diprediksi menjadi salah satu film horor Indonesia yang paling dinanti tahun ini.

Tak hanya menyasar pasar domestik, film ini juga diproyeksikan menembus pasar internasional melalui kerja sama distribusi dengan Mockingbird Pictures.

Jika selama ini hajatan identik dengan perayaan dan kebahagiaan, Hajatan Setan justru menghadirkan sisi lain yang kelam—sebuah pesta yang menyimpan rahasia mengerikan dan teror yang tak pernah benar-benar usai.