Jakarta, Redaksi.Co– Suasana XXI Episentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026), terasa hangat sekaligus emosional,Rumah produksi Starvision resmi berkolaborasi dengan Legacy Pictures memperkenalkan film drama keluarga terbaru bertajuk “Senin Harga Naik”, sebuah persembahan spesial untuk Lebaran 2026 yang diyakini akan menyentuh relung hati banyak keluarga Indonesia.
Setelah sukses besar film “Komang” yang menembus 3.002.303 penonton pada Lebaran 2025, Starvision kembali menghadirkan karya yang tak sekadar menghibur, tetapi juga mengajak penonton merenung tentang arti rumah, pengorbanan, dan kata maaf.
🏠 Ketika Rumah Jadi Medan Pertarungan Cinta
Film ini mengangkat kisah Mutia, diperankan oleh Nadya Arina, seorang perempuan muda ambisius yang memilih meniti karier di perusahaan properti. Namun langkah hidupnya membawanya kembali ke rumah masa kecil—sebuah toko roti legendaris bernama Mercusuar yang menjadi warisan keluarga.
Konflik memuncak ketika Mutia ditugaskan untuk melobi pemilik toko roti tersebut agar bersedia menjual dan menggusur tempat itu demi proyek perusahaan,Kenyataan pahit pun terungkap: pemilik toko roti itu adalah ibunya sendiri, Retno, yang diperankan oleh Meriam Bellina.
Pertemuan dua generasi dengan pandangan berbeda tentang kebahagiaan memicu ledakan emosi. Toko roti bukan hanya bangunan tua, melainkan simbol perjuangan seorang ibu dan kenangan masa kecil yang tak ternilai.
🎬 Kolaborasi Kreatif Penuh Rasa
“Senin Harga Naik” diproduseri oleh Chand Parwez Servia dan disutradarai oleh Dinna Jasanti, dengan naskah karya Rino Sarjono.
Film ini juga diperkuat deretan pemain lintas generasi seperti Andri Mashadi, Brandon Salim, Hamish Daud, Rianti Cartwright, Restu Sinaga, Nungky Kusumastuti, Aci Resti, Hifdzi Khoir, dan banyak nama lainnya yang menghadirkan warna dalam setiap lapisan cerita,
Dinna Jasanti menghadirkan toko roti sebagai ruang dramatis yang hidup—penuh aroma kenangan, pertengkaran, tawa, dan air mata, Setiap sudutnya menjadi saksi bisu konflik sekaligus cinta yang tak pernah benar-benar padam.
🌙 Lebaran dan Makna Pulang yang Sebenarnya
Produser Chand Parwez Servia menegaskan bahwa film ini lahir dari kegelisahan tentang semakin langkanya momen berkumpul bersama keluarga.
“Lebaran selalu identik dengan kebersamaan, Tapi kini kesibukan membuat kesempatan bermaafan secara langsung semakin sulit, Film ini ingin mengajak kita menemukan kembali nilai keluarga yang ingin kita peluk,” ujarnya.
Nadya Arina pun merasakan kedekatan emosional dengan perannya,
“Semakin dewasa komunikasi dengan orang tua berubah, Kadang ada salah paham.
Film ini mengajarkan saya untuk lebih memahami dan menyayangi,Ada adegan yang membuat kita ingin segera meminta maaf,” ungkapnya.
Sementara Meriam Bellina menggambarkan perannya sebagai ibu tunggal yang hanya merindukan kedekatan anak-anaknya.
“Sebagai ibu, yang diinginkan hanya kebersamaan. Tapi anak-anak ingin tumbuh dan punya hidup sendiri, Film ini menjadi pengingat bahwa kehadiran adalah hal paling berharga,” tuturnya.
💛 Drama yang Mengajak Berdamai
“Senin Harga Naik” menghadirkan beragam konflik: hubungan ibu dan anak perempuan, relasi mertua dan menantu, hingga benturan ego antar generasi,Namun dibalik semua itu, film ini adalah tentang pulang—bukan sekadar kembali ke rumah, tetapi kembali ke hati yang pernah terluka.
Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026.
Lebaran tahun ini, mungkin bukan hanya harga yang naik di hari Senin,Bisa jadi yang ikut naik adalah keberanian untuk meminta maaf dan memeluk kembali keluarga.







