Lima Hari Hilang di Laut, Nelayan Asal Tubo Sendana Belum Ditemukan

0
18

Redaksi.co MAJENE : Harapan keluarga masih menggantung di tengah laut. Hingga hari kelima operasi pencarian, seorang nelayan asal Kabupaten Majene yang dilaporkan jatuh dari kapal saat melaut di Perairan Majene, Sulawesi Barat, belum juga ditemukan. Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kembali dilakukan secara intensif pada Senin (2/2/2026).

Korban diketahui bernama Muh. Rifai (32), warga Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana. Sejak dilaporkan terjatuh dari kapal, korban masih berstatus hilang dan dalam pencarian Tim SAR Gabungan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Mamuju memulai operasi hari kelima sejak pukul 07.00 WITA dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). Untuk meningkatkan peluang penemuan, area pencarian diperluas hingga mencapai sekitar 50 mil laut dari titik awal kejadian.

Namun hingga operasi dihentikan sementara pada pukul 18.00 WITA, hasil pencarian masih nihil. Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Operasi dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Selasa (3/2/2026) pukul 07.00 WITA.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pos Siaga SAR Majene, TNI AL, Polsek Tubo Sendana, BPBD Majene, Mapala Unsulbar, serta dukungan masyarakat setempat. Sejumlah sarana dikerahkan, mulai dari perahu karet, Rigid Inflatable Boat (RIB), kendaraan operasional, hingga peralatan navigasi, komunikasi, medis, dan evakuasi.

Dari sisi cuaca, kondisi perairan Majene terpantau cerah berawan dengan kecepatan angin berkisar 1–20 km/jam, sehingga relatif mendukung jalannya operasi pencarian.

Kansar Mamuju menegaskan, upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel SAR yang terlibat dalam operasi. (ZUL)