Aroma “Permainan” Jelang Kongres PSSI Fakfak Menguat, Tokoh Pemuda Desak Proses Bersih dan Transparan.

0
288

FAKFAK, Redaksi.co – Pelaksanaan Kongres Pemilihan Ketua PSSI Kabupaten Fakfak yang seharusnya menjadi momentum demokrasi olahraga justru dibayangi dugaan praktik tidak sehat. Sejumlah manuver jelang kongres memunculkan kecurigaan adanya “permainan” yang berpotensi mencederai integritas organisasi sepak bola di daerah.

Sorotan keras datang dari tokoh pemuda Fakfak, Alfa Rohrohmana. Ia menilai ada indikasi ketidakberesan dalam tahapan persiapan kongres, mulai dari peran oknum pengurus hingga keputusan penundaan jadwal yang dinilai tidak transparan.

Menurutnya, proses yang tidak terbuka berisiko merusak kepercayaan publik, terutama para klub dan pegiat sepak bola yang memiliki hak suara dalam kongres.

“Ini bukan sekadar soal teknis, tapi soal integritas. Kalau sejak awal prosesnya sudah terkesan diatur, maka semangat fair play dalam sepak bola hanya jadi slogan,” ujar Alfa, Sabtu (31/1/2026).

Ia menyoroti penundaan kongres yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung 31 Januari 2026. Penundaan tersebut disebut tanpa pemberitahuan resmi maupun penjelasan jelas kepada para voters.

Padahal, tahapan organisasi telah berjalan, termasuk penetapan pemilik hak suara serta kesiapan para bakal calon.

“Voters sudah siap, calon sudah siap, tapi tiba-tiba ditunda tanpa alasan yang terang. Ini yang menimbulkan tanda tanya besar,” katanya.

Alfa menegaskan, kongres seharusnya menjadi ruang demokratis yang menjunjung keterbukaan dan akuntabilitas, bukan arena manuver tertutup atau kepentingan segelintir pihak.

Jika praktik semacam itu dibiarkan, ia khawatir pembinaan sepak bola Fakfak ke depan akan kehilangan arah.

“Sepak bola ini milik masyarakat. Jangan sampai kepercayaan publik rusak hanya karena proses yang tidak bersih,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pengurus PSSI Provinsi Papua Barat maupun Komite Pemilihan terkait alasan penundaan kongres serta dugaan polemik yang berkembang.