Satgas MBG Jember Turun Lapangan, Dapur SPPG Sumbersari Disorot soal Lokasi dan Legalitas

0
26

Jember, redaksi.co – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Jember melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) Sumbersari usai terdampak banjir. Peninjauan lapangan pada Kamis (30/1/2026) itu menegaskan pentingnya kelayakan lokasi dan kepatuhan perizinan dalam pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peninjauan dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Akhmad Helmi Luqman bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ratno C. Sembodo serta unsur Muspika Kecamatan Sumbersari. Tim Satgas MBG memeriksa kondisi fisik dapur, alur produksi, hingga lingkungan sekitar yang dinilai berisiko terhadap keamanan pangan.

Hasil evaluasi menunjukkan lokasi SPPG Sumbersari berada sangat dekat dengan saluran air, yang diduga kuat menjadi penyebab terjadinya genangan saat hujan deras. Kondisi tersebut dinilai tidak ideal bagi dapur produksi makanan berskala besar yang melayani ribuan porsi setiap hari.

“Fakta di lapangan menunjukkan lokasi dapur ini rentan terdampak genangan. Ini menjadi catatan serius karena menyangkut keamanan pangan dan keberlangsungan program MBG. Relokasi perlu dipertimbangkan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Akhmad Helmi Luqman.

Meski baru beroperasi sekitar tiga bulan, SPPG Sumbersari tercatat memproduksi sekitar 2.000 porsi MBG per hari untuk sejumlah sekolah. Namun pascabanjir, operasional dapur dihentikan sementara selama dua hari terakhir sebagai langkah mitigasi risiko pencemaran dan penurunan kualitas makanan.

Selain persoalan lokasi, Satgas MBG juga menyoroti aspek kepatuhan administratif. Evaluasi menemukan bahwa sejumlah dokumen perizinan SPPG Sumbersari masi

belum tuntas, termasuk perizinan bangunan dan administrasi pendukung lainnya, meskipun dapur telah beroperasi melayani program pemerintah.

Kondisi tersebut menjadi alarm bagi Satgas MBG untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh SPPG di Kabupaten Jember. Pemerintah daerah menegaskan bahwa aspek teknis, higienitas, dan legalitas tidak boleh diabaikan dalam pelaksanaan program strategis yang menyasar pemenuhan gizi anak sekolah.

Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Sumbersari Dwi Aprilia menyampaikan bahwa pihaknya menghentikan operasional secara sukarela guna melakukan pembersihan dan sterilisasi menyeluruh. Sejumlah wadah makanan yang dinilai tidak layak pakai telah disingkirkan demi menjaga keamanan pangan.

Distribusi MBG ke sekolah-sekolah masih tertunda dan diperkirakan kembali berjalan pada awal pekan depan setelah seluruh proses sterilisasi dan pengecekan dinyatakan aman.

Reporter: Sofyan