Redaksi.co, Jakarta | Yayasan Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi (KPPB) menggelar kegiatan edukatif bertajuk “1000 Hari Cinta – Ibu Sehat Anak Cerdas” dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional, di Teater Besar Taman Ismail Marzuki Minggu (25/1) . Kegiatan ini menyoroti pentingnya seribu hari pertama kehidupan sebagai fondasi kualitas generasi masa depan.
Founder KPPB, Meiline Tenardi, mengatakan bahwa isu stunting dan kesehatan anak tidak bisa dipandang semata sebagai persoalan medis. Menurutnya, persoalan tersebut berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia yang akan berdampak jangka panjang bagi bangsa.
“Ketika kita berbicara 1000 hari pertama kehidupan, kita tidak hanya bicara gizi atau kesehatan, tetapi tentang kualitas generasi yang akan menentukan masa depan Indonesia,” ujar Meiline.
Kegiatan yang menghadirkan ribuan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk perempuan prasejahtera sebagai penerima manfaat utama. Acara dikemas dengan pendekatan edukasi ilmiah yang dipadukan dengan seni dan dialog reflektif agar pesan mudah dipahami dan menyentuh sisi emosional peserta.
Rangkaian kegiatan meliputi pemutaran film pendek edukatif, talkshow bersama para ahli gizi, laktasi, dan psikologi anak, sesi interaktif bersama Inayah Wahid, hingga aksi simbolis pencegahan stunting. KPPB juga menghadirkan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian langsung kepada masyarakat.
Meiline menambahkan, peran ibu menjadi kunci dalam memastikan keberhasilan 1000 hari pertama kehidupan, namun tanggung jawab ini harus dipikul bersama oleh keluarga, masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah.
“Ini bukan sekadar acara, tetapi gerakan bersama. Kita ingin perempuan sadar akan perannya dan memiliki kesiapan fisik, mental, serta pengetahuan agar mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, KPPB berharap kesadaran publik tentang pentingnya 1000 hari pertama kehidupan semakin meluas, sejalan dengan visi membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.






