Mahasiswa KKN PMD Unram Sosialisasikan Bahaya Pernikahan Dini di SMKN 2 Gerung
Lombok Barat | Redaksi.co Pernikahan usia dini masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Barat. Sebagai upaya pencegahan sejak dini, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram) Desa Taman Ayu menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk Pencegahan Pernikahan Usia Dini dan Pengenalan Batasan Diri di SMKN 2 Gerung.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 15 Januari 2026 tersebut menyasar para siswa dan siswi sebagai generasi penerus bangsa. Sosialisasi dipimpin langsung oleh Ketua Kelompok KKN PMD Unram, Lalu Arip Fathurrahman, yang juga bertindak sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Lalu Arip menegaskan bahwa pernikahan bukan hanya persoalan ikatan formal, tetapi menuntut kesiapan mental, fisik, serta ekonomi yang matang. Ia mengajak para pelajar untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan besar yang dapat berdampak panjang terhadap masa depan.
“Masih banyak remaja yang terjebak dalam pernikahan dini karena kurangnya informasi dan pemahaman tentang konsekuensinya. Melalui sosialisasi ini, kami ingin adik-adik memahami bahwa masa depan mereka masih panjang dan pendidikan harus menjadi prioritas utama,” ujar Arip.
Ia juga memaparkan sejumlah dampak pernikahan usia dini, khususnya dari sisi kesehatan dan psikologis. Di antaranya risiko stunting pada anak yang dilahirkan dari ibu usia remaja, tingginya angka kematian ibu muda, serta ketidakharmonisan rumah tangga akibat ketidaksiapan mental menghadapi konflik.
Edukasi Pengenalan Batasan Diri
Selain membahas pernikahan dini, mahasiswa KKN PMD Unram juga memberikan materi mengenai pengenalan batasan diri (self-boundaries). Materi ini menekankan pentingnya bagi remaja untuk memahami hak atas tubuh dan diri sendiri, serta keberanian untuk menolak ajakan yang melanggar norma atau berpotensi merusak masa depan.
“Mengenal batasan diri adalah bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri. Batasan itu mencakup fisik, emosional, hingga pergaulan sosial,” tambah Arip.
Materi tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi pergaulan remaja saat ini yang semakin kompleks, terutama dengan pengaruh media sosial. Para siswa diajak untuk lebih selektif dalam berteman serta membentengi diri dengan nilai-nilai positif dan rasa percaya diri yang kuat.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa tidak hanya mendengarkan pemaparan, tetapi juga aktif bertanya dan berbagi pandangan terkait fenomena sosial yang mereka temui di lingkungan sekitar.
Beberapa siswi mengaku mendapatkan perspektif baru dari materi yang disampaikan. “Selama ini kami hanya tahu pernikahan dini itu dilarang, tapi sekarang kami benar-benar paham dampak kesehatannya dan pentingnya menjaga batasan diri dalam pergaulan,” ungkap salah satu peserta.
Kepala SMKN 2 Gerung, Syarifa Fadlun, S.E., M.E., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran mahasiswa KKN memberikan pendekatan yang lebih santai namun tetap berbobot, sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah diterima oleh siswa dibandingkan metode ceramah formal.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta komitmen bersama antar siswa untuk saling menjaga dan mengingatkan. Lalu Arip berharap sosialisasi ini tidak berhenti di ruang kelas, melainkan terus berlanjut menjadi bahan diskusi di lingkungan keluarga dan pertemanan.
“Kami berharap siswa-siswi SMKN 2 Gerung dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, mengajak teman-temannya agar tidak terburu-buru menikah dan lebih fokus mengejar prestasi,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, KKN PMD Universitas Mataram menunjukkan peran nyata mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam upaya memutus rantai pernikahan usia dini demi mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Sumber : Media Nasional Investigasi-Redaksi.co
Read : Abach uhel





