Klarifikasi Pemberitaan FaktaNTB, Insiden Jembatan Bakong Bukan Aksi Begal

0
34

Klarifikasi Pemberitaan FaktaNTB, Insiden Jembatan Bakong Bukan Aksi Begal

Lombok Barat | Redaksi.co Pemberitaan yang sebelumnya dimuat oleh FaktaNTB.com terkait dugaan aksi pembegalan bersenjata tajam di Jembatan Bakong, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, perlu diluruskan. Berdasarkan keterangan terbaru dari para pihak dan tokoh masyarakat

Peroses mediasi semua unsur

setempat, insiden tersebut bukan merupakan aksi begal, melainkan murni kesalahpahaman antara kedua belah pihak yang berujung pada perkelahian.

Kronologi kejadian bermula saat korban dan terduga pelaku saling berpapasan di jalan. Pada saat itu, terduga pelaku menggunakan lampu jauh (lampu atas) sepeda motor. Situasi tersebut memicu kesalahpahaman karena masing-masing pihak merasa tersinggung. Ketegangan kemudian meningkat hingga terjadi saling tantang di lokasi kejadian.

Foto: Kedua Babinkamtibmas taman ayu dan lembar juga kedua kadus dan para tokoh

Dalam kondisi emosi dan spontanitas di tempat kejadian perkara, duel pun tidak terhindarkan. Terduga pelaku kemudian diduga mengeluarkan senjata tajam dan melakukan pembacokan terhadap korban. Namun perlu ditegaskan, luka yang dialami korban tidak tergolong luka serius.

Menurut keterangan yang dihimpun Redaksi.co, korban tidak menjalani perawatan inap (opname) di fasilitas kesehatan. Setelah mendapat penanganan awal, korban saat ini dirawat jalan dan beristirahat di rumahnya sendiri, dengan kondisi yang berangsur membaik.

Tokoh masyarakat setempat, H. Doni, membenarkan kronologi kejadian tersebut sekaligus meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini tidak dapat dikategorikan sebagai pembegalan, melainkan insiden spontan akibat kesalahpahaman di jalan.

Pasca kejadian, upaya penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan. H. Doni bersama Bhabinkamtibmas Desa Taman Ayu, Kepala Dusun Peseng Desa Taman Ayu, Bhabinkamtibmas Lembar, Kepala Dusun Cemare, unsur intel Polres Lombok Barat, serta keluarga kedua belah pihak telah melakukan mediasi.

Dalam proses mediasi tersebut, pihak terduga pelaku menyatakan bertanggung jawab atas insiden yang terjadi, termasuk kesediaan menanggung biaya pengobatan korban. Meski demikian, Kepala Dusun Peseng, H. Mahdi Mahmud, menyampaikan bahwa proses perdamaian secara menyeluruh masih berjalan dan belum sepenuhnya mencapai kesepakatan akhir.

Upaya perdamaian sudah dilakukan, namun sampai saat ini memang belum ada titik temu final. Insyaallah ke depan akan ada titik terang,” ujar H. Mahdi Mahmud.

Redaksi.co menilai klarifikasi ini penting disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang, sekaligus mencegah munculnya stigma keliru di tengah masyarakat terkait isu pembegalan.

Masyarakat diimbau tetap tenang, bijak menyikapi informasi, serta mempercayakan penyelesaian persoalan ini melalui jalur musyawarah dan mekanisme yang berlaku.

 

Sumber : Media Nasional investigas-Redaksi.co

Abach uhel