Diduga Salah Sasaran, Proyek Percetakan Sawah di Desa Lambusa Garap Lahan Produktif dan Rusak Drainase

0
96

Redaksi.Co — Konawe Selatan,Proyek percetakan sawah yang berlokasi di Desa Lambusa, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, menuai sorotan. Proyek yang sejatinya bertujuan membuka lahan pertanian baru tersebut diduga salah sasaran, karena justru dikerjakan di area persawahan yang sudah ada dan masih aktif digunakan oleh petani.(Minggu, 4 Januari 2026)

Foto : Percetakan Sawah di Lahan Produktif
Foto : Percetakan Sawah di Lahan Produktif

Temuan di lapangan menunjukkan bahwa lokasi pengerjaan bukanlah lahan kosong atau lahan baru sebagaimana konsep dasar program percetakan sawah, melainkan sawah eksisting yang selama ini telah berproduksi. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar terkait perencanaan dan penetapan lokasi proyek sejak awal.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pihak kontraktor pelaksana diduga kebingungan mencari lahan untuk pelaksanaan proyek. Hal tersebut mengindikasikan bahwa penentuan lokasi belum matang saat proyek diturunkan. Akibatnya, kontraktor disebut-sebut mencari lokasi secara langsung di lapangan, hingga akhirnya melakukan pengerjaan di area persawahan yang telah ada.

“Seharusnya lokasi percetakan sawah sudah jelas sebelum proyek berjalan. Kalau masih mencari-cari lahan, ini patut dipertanyakan perencanaannya,” ungkap seorang warga setempat.

Tak hanya diduga salah sasaran, proyek ini juga disinyalir menyebabkan pengerusakan drainase persawahan yang sebelumnya masih berfungsi normal. Drainase tersebut berperan penting dalam mengatur sirkulasi air bagi sawah warga. Kerusakan ini dikhawatirkan berdampak langsung pada sistem pengairan dan produktivitas pertanian masyarakat.

Foto : Rusaknya Drainase Persawahan

Warga menilai pengerjaan proyek terkesan dipaksakan dan tidak memperhatikan kondisi eksisting di lapangan. Jika benar tujuan proyek adalah perluasan lahan sawah, maka pengerjaan di sawah yang sudah produktif dinilai bertolak belakang dengan semangat program tersebut.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan instansi teknis terkait untuk segera melakukan evaluasi dan audit lapangan. Penelusuran menyeluruh dinilai penting guna memastikan apakah proyek telah dilaksanakan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, serta peruntukan anggaran.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan salah sasaran lokasi dan dampak pengerjaan terhadap fasilitas persawahan yang ada.