Kado HUT ke-97 Pemkab Jember, Tiket Pantai Papuma–Watu Ulo Rp12.500 Dorong Ekonomi dan Tekan Kemiskinan

0
46

JEMBER, redaksi.co – Penetapan tiket masuk kawasan wisata Pantai Tanjung Papuma dan Pantai Watu Ulo sebesar Rp12.500 per orang menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Kebijakan ini sekaligus menjadi kado istimewa dari Bupati Jember bagi masyarakat pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-97 Pemerintah Kabupaten Jember.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember, Bobby Arisandi, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari komitmen Bupati Jember Muhammad Fawait pasca penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Direktur Utama Perhutani.

“Penetapan tiket destinasi wisata Pantai Papuma dan Watu Ulo ini adalah bentuk kado dari Bupati Jember untuk masyarakat. Setelah MoU dengan Dirut Perhutani, mulai 2 Januari 2026 kami terapkan kebijakan tiket masuk satu pintu sebesar Rp12.500,” ujar Bobby Arisandi.

Ia menegaskan, kebijakan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menekan angka kemiskinan.

“Dengan harga tiket yang terjangkau, kunjungan wisata dipastikan meningkat. Dampaknya langsung dirasakan pelaku UMKM, pedagang kecil, jasa parkir, hingga masyarakat sekitar kawasan wisata. Ini bagian dari upaya menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan,” jelasnya.

Menurut Bobby, rata-rata kunjungan wisatawan ke kawasan Papuma–Watu Ulo saat ini mencapai sekitar 2.400 pengunjung, sehingga Dinas Pariwisata terus melakukan pembenahan sistem pengelolaan, termasuk perbaikan mekanisme penjualan tiket.

“Ke depan sistem penjualan tiket akan kami benahi, termasuk opsi pembelian secara online. Ini untuk menciptakan tata kelola yang lebih transparan, efisien, sekaligus membuka peluang ekonomi baru,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan jumlah wisatawan otomatis akan memperluas perputaran uang di sektor pariwisata. Kondisi tersebut diharapkan mampu memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat kecil dan mengurangi kesenjangan ekonomi di wilayah pesisir.

“Kalau wisata bergerak, UMKM bergerak. Kalau UMKM bergerak, ekonomi rakyat ikut tumbuh. Ini yang kami harapkan bisa berdampak nyata pada penurunan kemiskinan,” tegas Bobby.

Terkait akses rombongan wisata menggunakan bus besar yang kerap mengalami kendala menuju lokasi pantai, Dinas Pariwisata telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Jember untuk menyiapkan layanan shuttle gratis.

“Kami sudah menyiapkan angkutan shuttle gratis bekerja sama dengan Dishub agar rombongan bus tetap bisa menikmati wisata dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.

Melalui kebijakan tiket murah dan penataan sistem wisata yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Jember optimistis sektor pariwisata dapat menjadi salah satu motor penggerak utama ekonomi daerah sekaligus instrumen efektif dalam menurunkan angka kemiskinan.

Reporter: Sofyan