Keluhan Warga Soal Rehab Rumah Bencana BAZNAS Lobar, Ketua BAZNAS Beri Klarifikasi
Lombok Barat | Redaksi.co –
Program rehabilitasi rumah bencana yang bersumber dari bantuan BAZNAS Lombok Barat menuai keluhan dari salah satu penerima manfaat. Pemilik rumah menilai realisasi bantuan di lapangan tidak sepenuhnya sesuai dengan ketentuan dan ekspektasi sebagaimana disampaikan dalam regulasi program.
Pemilik rumah, Musleh (53), warga Desa Montong Are, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, saat ditemui Redaksi.co 1 januari 2026 mengaku kecewa terhadap hasil pelaksanaan rehabilitasi rumahnya. Ia menyebut, dengan nilai bantuan yang diinformasikan sebesar Rp25 juta, pekerjaan yang dilakukan di rumahnya hanya sebatas pemasangan atap spandek.

“Kalau mengacu pada informasi yang kami terima, bantuan rehab rumah bencana ini nilainya Rp25 juta. Tapi yang dikerjakan di rumah saya hanya pemasangan atap spandek saja. Bagian lain seperti dinding, teras, dan kamar mandi tidak tersentuh,” ujar Musleh.

Ia menjelaskan, dalam pemaparan awal, bantuan tersebut mencakup pembelian bahan bangunan senilai lebih dari Rp21 juta dan upah tukang sekitar Rp3,5 juta. Namun menurutnya, kondisi fisik bangunan pascarehab tidak mencerminkan besaran anggaran tersebut.

“Secara logika, kalau bahan bangunan nilainya segitu, seharusnya rumah bisa diperbaiki lebih layak. Ini rumah bencana, tapi hasilnya seperti perbaikan ringan biasa,” ungkapnya.

Musleh juga mengaku telah menyerahkan seluruh persyaratan administrasi seperti KTP dan Kartu Keluarga, namun tidak dilibatkan dalam proses pembelian bahan maupun menerima penjelasan rinci terkait penggunaan anggaran.
“Saya hanya ingin kejelasan. Jangan sampai regulasi dan pelaksanaannya justru berbanding terbalik. Kami sebagai penerima bantuan hanya berharap rumah kami benar-benar layak dihuni,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua BAZNAS Lombok Barat, TGH. Muhammad Taisir Al-Azhar, memberikan klarifikasi bahwa program rehabilitasi rumah bencana dilaksanakan secara bertahap sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku.
Ia menjelaskan, bantuan rehab rumah bencana dengan total anggaran Rp25 juta tidak dicairkan sekaligus, melainkan melalui dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp12,5 juta telah dicairkan sebelumnya, sementara tahap kedua dengan nominal yang sama telah dicairkan pada Rabu kemarin dan saat ini telah dinyatakan selesai secara administrasi.

“Program rehab rumah bencana ini memang dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama Rp12,5 juta dan tahap kedua Rp12,5 juta. Alhamdulillah, tahap kedua sudah dicairkan dan secara administrasi sudah clear,” jelasnya.
Menurutnya, konsep rehabilitasi rumah bencana difokuskan pada perbaikan bagian rumah yang paling mendesak agar kembali layak huni, bukan pembangunan ulang secara menyeluruh.

“Kami tetap terbuka terhadap masukan dan laporan dari masyarakat. Jika di lapangan masih ditemukan kekurangan atau ketidaksesuaian, tentu akan kami evaluasi bersama pihak terkait agar program ini benar-benar tepat sasaran dan sesuai prinsip transparansi,” tegasnya.

BAZNAS Lombok Barat, lanjutnya, berkomitmen menjalankan program kemanusiaan secara akuntabel serta siap melakukan pengecekan lapangan apabila diperlukan guna memastikan manfaat bantuan dirasakan optimal oleh penerima.
Redaksi.co akan terus mengonfirmasi pihak-pihak terkait untuk memperoleh informasi lanjutan demi menjaga keberimbangan dan akurasi pemberitaan.
✍️ Redaksi.co
Abach uhel






