Puluhan Tahun Terendam, Lahan Pertanian di Kepanjen Kembali Produktif Berkat Program OPLAH Kementan

0
107

JEMBER, redaksi.co – Harapan para petani di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, kembali tumbuh setelah lahan pertanian yang selama puluhan tahun tidak dapat ditanami akibat genangan air payau kini mulai bisa dimanfaatkan kembali. Perubahan signifikan ini terwujud berkat Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) dari Kementerian Pertanian pada Tahun Anggaran 2025, yang manfaatnya mulai dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, Senin (29/12/2025).

Sebelumnya, lahan pertanian di wilayah tersebut kerap tergenang air dengan kadar payau tinggi dan sulit surut. Kondisi ini menyebabkan petani kesulitan bercocok tanam, bahkan banyak sawah yang terbengkalai dan tidak produktif selama puluhan tahun. Namun, melalui intervensi program pemerintah, persoalan klasik tersebut kini perlahan mulai teratasi.

“Puluhan tahun sawah kami tidak bisa ditanami. Airnya menggenang dan payau, padi tidak bisa tumbuh. Alhamdulillah sekarang sudah bisa ditanami lagi,” ujar Saniman, salah satu petani Dusun Jeni Desa Kepanjen.

Rasa syukur dan terima kasih pun disampaikan para petani kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas perhatian dan komitmennya terhadap sektor pertanian. Melalui kebijakan dan program strategis pemerintah pusat, lahan-lahan tidur yang sebelumnya tidak produktif kini kembali dihidupkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo. Dengan adanya program ini, kami para petani kembali memiliki harapan. Sawah yang dulu mati sekarang bisa kami tanami padi, dan kami berharap hasil panennya nanti bisa maksimal,” ungkap petani lainnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Teratai II, Miskat, S.Pd.I., M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) Tahun Anggaran 2025 yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian.

“Program OPLAH ini mencakup optimalisasi lahan seluas 128,41 hektare yang berada di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Seluruh pelaksanaannya dilakukan oleh Kelompok Tani Teratai II,” jelasnya.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, Ir. Sigit Budi I, MP. Ia menegaskan bahwa Program OPLAH merupakan langkah konkret pemerintah dalam menghidupkan kembali lahan pertanian yang selama ini tidak produktif.

“Optimalisasi lahan melalui program OPLAH ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan produksi pertanian dan ketahanan pangan daerah. Dengan perbaikan tata kelola air serta infrastruktur pertanian, kami berharap lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat kembali memberikan nilai ekonomi bagi petani,” ujar Sigit.

Menurutnya, pelaksanaan OPLAH di Desa Kepanjen juga sejalan dengan program prioritas Bupati Jember, Gus Fawait, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan melalui perbaikan dan pembangunan infrastruktur pertanian.

“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kelompok tani menjadi kunci keberhasilan program ini. Kami berharap manfaat Program OPLAH dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh para petani,” tambahnya.

Dengan terealisasinya program tersebut, Desa Kepanjen kini mulai bangkit sebagai kawasan pertanian produktif. Program OPLAH menjadi bukti nyata sinergi kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Reporter: Sofyan