Gerindra Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025, Tegaskan Komitmen Prabowo pada Pemberdayaan Difabel

0
41

Redaksi.co, Jakarta | Partai Gerindra kembali menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 sekaligus menegaskan prioritas Presiden Prabowo Subianto terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas, sebagaimana tercantum dalam Asta Cita ke-4.

Acara yang berlangsung di Hotel Bidakara, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (8/12), turut dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri UMKM Maman Abdurrahman, serta Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Ketua Panitia, Sumarjati Arjoso, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan tahun ini difokuskan pada penguatan peran penyandang disabilitas sebagai pemimpin dan agen perubahan.

“Tema ini menunjukkan bahwa penyandang disabilitas bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pelaku yang mampu memimpin, berkarya, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Sumarjati.

Memasuki tahun ke-11 penyelenggaraan, Gerindra mengundang 25 komunitas disabilitas, masing-masing membawa 30 peserta. Sumarjati menegaskan bahwa isu disabilitas memang menjadi salah satu perhatian khusus Presiden Prabowo.

“Dalam Asta Cita ke-4, Presiden Prabowo menempatkan pemberdayaan masyarakat miskin, lansia, dan penyandang disabilitas sebagai prioritas,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan data Susenas 2024 yang menunjukkan jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 28 juta jiwa, sekitar 10 persen dari total populasi. Dari jumlah tersebut, 17,2 persen belum pernah bersekolah, sedangkan yang berhasil menempuh pendidikan tinggi hanya 4,2 persen. Akses kesehatan dan peluang kerja juga masih tertinggal dibandingkan kelompok non-disabilitas.

“Implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan berbagai aturan turunannya masih belum optimal,” kata Sumarjati. Ia berharap pemerintah serta lembaga terkait dapat memperbaiki kondisi tersebut

Menutup sambutannya, Sumarjati mengajak seluruh peserta mendoakan korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia mengatakan bahwa kelompok disabilitas adalah pihak yang paling rentan dalam kondisi darurat.

“Bagi mereka, beban yang harus ditanggung jauh lebih berat. Semoga pemerintah dan masyarakat bisa memberikan dukungan penuh agar penanganan segera berjalan baik,” ucapnya.